Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ritual Rasulan Di Yogyakarta, DIY Yogyakatrta / Shutterstock
Dream - Keindahan alam di Indonesia selalu jadi daya tarik wisata baik untuk turis lokal maupun internasional. Untuk menjaga alam Indonesia tetap indah, bersih dan otentik, dibutuhkan aksi nyata.
Bukan dengan teknologi, tapi lewat pelestarian tradisi yang dilakukan masyarakat setempat. Upaya menjaga kelestarian alam ternyata bukan menjadi suatu hal baru untuk masyarakat Indonesia.
Sejak dulu, terdapat tradisi Indonesia secara turun-temurun yang dilakukan untuk menjaga alam tetap lestari. Penasaran apa saja tradisi yang dilakukan sebagai bentuk menjaga kelestarian alam? Ritual menjaga alam ini juga jadi daya pikat wisata daerah.
Mantari berarti menteri, sementara Bondar punya makna saluran atau aliran air. Pada dasarnya ini merupakan tradisi adanya 'petugas' yang menjaga saluran air dan hutan. Mantari Bondar sendiri membawahi Penjago Bondar yang semuanya dipilih melalui rapat adat masyarakat setempat.
Mantari Bondar adalah tradisi Hatabosi, yang merupakan singkatan dari empat desa, yaitu Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap. Tradisi ini sudah berusia ratusan tahun dan merupakan kearifan lokal yang dilakukan untuk menjaga hutan dan sumber air.

Lewat tradisi ini, masyarakat yang ada di Desa Hatabosi memiliki komitmen menjaga kelestarian hutan dan konservasi air yang juga merupakan sumber utama mereka untuk mendapatkan air bersih dan air untuk lahan-lahan pertanian.
Bagi masyarakat pesisir, tradisi ruwat laut menjadi ungkapan rasa terima kasih pada Tuhan. Bentuk syukur karena sudah berikan berkah dari laut dan permohonan perlindungan dari Tuhan.

Tradisi ini biasanya dimulai dengan doa yang dipimpun seorang pemuka agama, dan diikuti dengan pelepasan kepala kerbau yang sudah disembelih berdasarkan tata cara keagamaan dan diletakan di atas perahu yang sudah dihias.
Tradisi Rasulan di Gunung Kidul, Yogyakarta dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur setelah melakukan panen melimpah.

Di samping itu, ada juga merti atau bersih desa yang menjadi upaya agar masyarakat setempat mendapatkan keselamatan dan membuang hal-hal negatif di desa supaya terhindar dari segala malapetaka dan penyakit. Biasanya tradisi ini dilakukam setahun sekali dan dilakukan selama beberapa hari. Diawali dengan kerja bakti dan beberapa perlombaan.
Menjadi tradisi dari masyarakat Kampung Kalaodi, Tidore, menggelar upacara menjaga alam. Paca memiliki arti membersihkan, sementara Goya adalah tempat keramat.
Secara konsep, tradisi ini menjadi ritual di lokasi keramat untuk menjaga keselamatan anak cucu warga Kalaodi. Sedangkan, secara adat dilakukan untuk berdamai sekaligus bersahabat dengan alam sekitar.
Momennya yaitu saat musim panen besar. Tradisi ini merupakan upaya warga Kalaodi untuk tidak merusak dan mengambil berlebih dari alam.
Sumber: Indonesia.Travel
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya