Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Pemeriksaan Ultrasonografi Transvaginal (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan tak bisa terjadi tanpa sel telur yang sehat. Untuk itu bagi pasangan yang sedang melakukan program kehamilan, penting untuk memeriksakan secara detail baik sel sperma maupun sel telur jika kehamilan tak kunjung terjadi.
Untuk sel telur ini ada pemeriksaan khusus, menghitung sisa jumlah sel telur dalam tubuh. Pemeriksaan tersebut dinamakan antral follicle count (AFC). Hal ini dijelaskan oleh dr.
Yudhistya, spesialis obsteteri dan ginekologi dalam blognya.
" Wanita dibekali telur sejak lahir. Tapi jumlah telurnya hanya segitu. Tidak pernah bertambah. Sehingga suatu hari, telur wanita akan habis. Ketika itu terjadi, masuk dalam periode
menopause. Kira-kira wanita akan diberi kesempatan menstruasi 400 kali. Masa subur 400 kali, seumur hidupnya," ungkap dr. Yudhistya, seperti dikutip dari hamil.in.
Untuk mengetahui ada sisa berapa sel telur dalam tubuh, menurut dr. Yudhistya, bisa dilakukan pemeriksaan khusus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan USG transvaginal, dan biasanya dilakukan saat menstruasi di hari ke-2 atau ke-3.
Dari pemeriksaan USG tersebut nantinya dokter bisa melakukan penghitungan sel telur dalam tubuh. Dari hasil penghitungan, dokter akan memberi rekomendasi program
kehamilan yang tepat untuk dilakukan
" Sel telur akan dihitung, kiri dan kanan dijumlahkan," ujar dr. Yudhistya.
Dari penghitungan telur lalu akan dilakukan analisis lebih dalam terkait kesuburan. Jika sel telur kurang dari 4, maka termasuk sangat rendah. Biasanya peluang berhasil hamil, baik
alami, inseminasi, atau bayi tabung sangat kecil.
" Antara 4-9 termasuk rendah. Mungkin perlu dosis penyubur yang lebih tinggi agar berhasil hamil. Lalu antara 10-13, sedikit di bawah rata-rata. Antara 14-21 termasuk normal, peluang
subur dan hamil baik," kata dr. Yudhistya.
Jika hasilnya antara antara 22-35 termasuk baik namun berisiko. Lebih mudah hamil, tapi juga lebih berisiko untuk kista dan hipestimulasi ovarium. Apabila lebih dari 35, peluang hamil
besar tapi risiko kista dan hiperstimulasi sel telur/ovarium tinggi.
Untuk bisa melakukan perhitungan ini, Anda harus melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter obgyn. Jika dokter merasa perlu untuk melakukan perhitungan maka analisis antral
follicle count (AFC) akan dilakukan.
Sebenarnya saat seorang wanita mencapai usia 13 tahun atau saat haid pertama kali, tubuhnya memiliki 350.000 sel telur. Setelah sel telur matang dan tak dibuahi, maka akan meluruh melalui proses menstruasi setiap bulannya hingga menopause.
Meski demikian lebih dari 99% sel telur akan mati sebelum terjadinya proses pematangan (ovulasi). Sehingga, diperkirakan wanita hanya memiliki sekitar 400 hingga 450 sel telur yang
matang sepanjang hidupnya. Tak seperti pria yang selama hidupnya bisa terus memproduksi sel sperma, kaum wanita tak bisa memproduksi kembali sel telurnya.
Sumber: hamil.in/ my future baby
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?