Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto:www.memobee.com
Dream - Peristiwa gerhana matahari total (GMT) langka sangat ditunggu-tunggu masyarakat seluruh dunia. Kejadian luar biasa yang terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016 ini menjadi sangat istimewa karena cuma terjadi di Indonesia.
Banyak orang yang mencari spot terbaik untuk menyaksikan gerhana dengan jelas. Seperti misalnya di lautan atau di tengah-tengah lapangan yang luas tanpa terhalang bangunan dan pohon-pohon tinggi
Namun, ada cara lain yang dipilih orang-orang untuk menikmati pergeseran bulan hingga menutupi matahari tersebut. Seperti dilansir Mashable, ada beragam cara untuk menikmati peristiwa langka ini.
Misalnya menikmati gerhana dari ketinggian atau dari pesawat terbang yang melintasi daerah gerhana matahari total. Meskipun dalm kondisi mendung atau cuaca buruk sekalipun tidak akan mengganggu pandangan ke matahari.
Kesempatan untuk menyaksikan gerhana matahari total menjadi pengalaman yang sangat sayang untuk dilewatkan. Hanya dengan membayar tiket pesawat, para penumpang akan menyaksikan pandangan yang menakjubkan dari ribuan ketinggian di atas kaki.
Beberapa sejarah menyebutkan, para peneliti memiliki cara yang unik untuk menikmati peristiwa langka semacam ini. Seperti pada tahun 1887, saat Peneliti Rusia, Dmitri Mendeleev menaiki balon udara untuk menikmati gerhana. Meskipun mengalami rintangan seperti tertutup awan.
Tapi untuk saat ini, cara menikmati gerhana dengan langit cerah menjadi lebih mudah. Beberapa pesawat komersial telah menyiapkan paket-paket perjalanan sepanjang peristiwa gerhana matahari total berlangsung.
Bahkan astronom Xavier Jubier telah memetakan penerbangan pribadi untuk menyaksikan gerhana. Ia berencana akan mengoperasikan Dassault Falcon 7X untuk melihat peristiwa fenomena alam selama 3 menit 34 detik, dimana peristiwa matahari benar-benar tertutup penuh oleh bulan.
Selain itu, penumpang Alaska Airlines dengan nomor penerbangan 870 juga sangat beruntung. Pesawat ini telah mengubah jadwal penerbangan dan akan melintasi daerah gerhana pada tanggal 8 Maret waktu setempat.
Sedangkan untuk maskapai nasional, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 649 juga sedang mengudara saat langit berubah kembali menjadi gelap total. Diungkapkan Jubier bahwa penerbangan dengan rute Kota Ternate ke Jakarta ini dapat menyaksikan proses gerhana matahari total sekitar 2,5 menit dari total keseluruhan gerhana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya