Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kotak Camilan Di Rumah/ Foto: Facebook Jen Hallstrom
Dream - Memiliki anak usia sekolah dasar (SD) dan remaja memang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini membuat mereka kerap mencari camilan dan makanan setiap saat.
Para Bunda di rumah mungkin seringkali diberondong pertanyaan oleh anak-anak " Bun, ada camilan?" , " Masih ada makanan kecil gak?" , " Ada camilan apa hari ini?" . Mungkin para orangtua juga kerap kewalahan menyediakan camilan untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Kita seringkali harus bolak-balik mengambilkan, membuat atau mencarikan makanan untuk anak. Rupanya ada cara praktis biar rengekan anak soal camilan ini berkurang, yaitu dengan menyediakan wadah khusus per anak.
Seperti yang dilakukan pemilik akun Facebook Jen Hallstrom. Ia punya trik khusus agar tiga anaknya tak perlu mencari-cari dirinya saat ingin camilan. Caranya dengan menyiapkan wadah untuk masing-masing anak.

Di wadah tersebut sudah ada 3 camilan kemasan dan satu buah jeruk yang bisa dimakan anaknya kapan saja sepulang sekolah. Bila habis, maka tak ada camilan tambahan.
" Ini adalah solusi saya! Setiap anak memiliki keranjang berwarna mereka sendiri. Di pagi hari saya memasukkan makanan ringan mereka ke dalamnya untuk hari itu, ketika makanan ringan itu habis, mereka tidak mendapatkan lagi. Itu membuat mereka berhenti dan berpikir apakah saya benar-benar membutuhkan camilan?," tulisnya di Facebook.
Ada satu lagi yang ditaruhnya di wadah tersebut, yaitu tumbler atau gelas yang berbeda untuk tiap anak. Hal ini dilakukan agar ia tak perlu mencuci banyak gelas. Satu anak hanya perlu menggunakan satu gelas seharian.
" Saya juga menaruh cangkir mereka untuk hari itu di sana karena saya tidak mencuci 50 cangkir sehari! Ha ha ha!," ungkapnya.
Mungkin cara ini bisa diterapkan di rumah, Sahabat Dream.
Dream - Momen pagi saat menyiapkan anak sekolah merupakan kondisi yang bisa dibilang sangat menantang. Membangunkan anak, membuat sarapan, menyiapkan bekal, memastikan seluruh perlengkapan anak lalu mengantarkan ke sekolah.
Semua hal harus dilakukan dengan efisien, demi tidak telat ke sekolah. Bagaimana menyiapkan lima anak di pagi hari lalu mengantarkan sekolah dan menjemputnya?

Pengalaman mengurus lima anak dibagikan pemilik akun Instagram @mawarf6. Lewat sebuah video, ia memperlihatkan kesibukan paginya saat menyiapkan anak-anaknya sekolah.

Aktivitas dimulai pukul 04.00 WIB pagi. Mawar mulai menyiapkan bekal untuk masing-masing anak. Dilanjutkan dengan sarapan bersama pada pukul 05.15 WIB.

Setelah itu, pukul 05.30 WIB, sang ibu baru membangunkan anaknya yang paling kecil. Setelah semuanya siap, sekitar pukul 06.15 baru berangkat ke sekolah.

Rupanya di jalanan agak ramai. Salah satu anaknya terpaksa telat masuk kelas, karena baru sampai pukul 07.15 WIB. Ia pun berlarian mengantar anaknya sampai kelas.

Aktivitas selanjutnya adalah mengantarkan anaknya yang paling kecil bersekolah di PAUD. Sang ibu ikut menemani.

Hari itu ia juga sekaligus menjemput anak-anaknya pulang sekolah. Setelah anaknya yang paling kecil selesai sekolah, mereka menunggu beberapa saat di mobil hingga jam pulang sang kakak.
Setelah jam pulang para kakak, ibu tersebut langsung menjemputnya satu per satu. Lihat saja detail aktivitasnya dalam video ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya