Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menggunakan Skincare. (Source: Shutterstock)
Dream - Meski banyaknya produk perawatan kulit yang beredar di pasaran bisa mempermudah seseorang dalam mencari skincare sesuai kebutuhan kulit, namun beberapa di antara pilihan tersebut justru memiliki efek samping buruk.
Walaupun banyak produk perawatan kulit yang memiliki label BPOM dan diklaim aman digunakan, ternyata sebagian orang masih menggunakan skincare tanpa label tersebut.
Lebih parahnya lagi, skincare yang dijual tanpa label BPOM seringkali tidak mencantumkan kandungannya. Keamanan produknya pun menjadi tidak terjamin tanpa label BPOM.
Salah satu kandungan berbahaya yang kerap digunakan dalam skincare tanpa label BPOM adalah merkuri. Dikutip dari unggahan Instagram Dermatologis, Dian Pratiwi, merkuri merupakan jenis logam berat yang tahan urai, bersifat toksik, dapat terakumulasi dalam tubuh, serta sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan hidup.

Biasanya, merkuri terkandung dalam produk pemutih kulit. Pasalnya, merkuri dapat menghambat pembentukan melanin. Sehingga, kulit terlihat lebih putih. Sayangnya, penampilan wajah tidak akan terlihat cerah alami. Efek cerah yang diakibatkan oleh merkuri membuat wajah terlihat lebih pucat.
Skincare yang mengandung merkuri dapat ditandai dengan formula berwarna putih keabuan, mengkilat, atau memiliki warna mencolok. Kandungan merkuri pada skincare juga menyebabkan produk berbau zat kimia yang menyengat.
Tanda lainnya adalah tidak adanya label BPOM pada produk, karena kandungan merkuri pada kosmetik sangat berbahaya.

Orang yang terlanjur menggunakan produk bermerkuri bisa mengalami ruam dan perubahan warna kulit, penipisan lapisan kulit, gangguan kerja otak, jantung, ginjal, paru-paru, serta sistem kekebalan tubuh.
Pada ibu hamil, merkuri mampu menyebabkan gangguan perkembangan janin. Sedangkan jika telah terpapar kandungan merkuri yang cukup tinggi, seseorang dapat mengalami kerusakan pada saluran cerna, sistem saraf, serta saluran kemih.
Jika kamu pernah mengalami efek samping yang telah disebutkan, bisa jadi salah satu produk perawatan kulitmu mengandung merkuri. Apalagi, jika kamu menggunakan produk perawatan kulit yang tidak berlabel BPOM.
Sekalipun produk yang digunakan telah berlabel BPOM, tetap cek izin edarnya pada kemasan produk. Kamu pun bisa cek nomor BPOM melalui situs Cekbpom.pom.go.id/.
Jangan lupa untuk mengecek kembali kemasan, label, izin edar, serta kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk perawatan kulit. Selalu perhatikan kandungan produk perawatan kulit, meski skincare tersebut telah diulas oleh banyak pihak.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam