Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

'Blue Print' Penyakit Sudah Ada Sejak Si Kecil di Kandungan

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 25 Agustus 2017 16:08
'Blue Print' Penyakit Sudah Ada Sejak Si Kecil di Kandungan
Selama hamil, ibu yang memenuhi nutrisi dengan baik dan menjaga kondisi psikologisnya akan berdampak pada janin.

Dream - Kehamilan merupakan momen yang paling spesial bagi setiap ibu. Banyak ibu yang sebisa mungkin mengonsumsi nutrisi dengan optimal. Termasuk juga menjaga suasana hati dan psikologisnya selalu stabil.

Bagi yang beragama Islam biasanya mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dan melantunkan salawat setiap hari agar ibu dan janin merasa tenang dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan.

Selama hamil, ibu yang memenuhi nutrisi dengan baik dan menjaga kondisi psikologisnya akan berdampak pada janin. Apalagi kondisi kesehatan janin baik fisik maupun psikologisnya ternyata sudah ada 'blue print-nya', hal ini menurut dr. Damar Prasmusinto , SpOG (K).

" Ternyata mereka yang menderita diabetes, darah tinggi, stroke, saat lahir ternyata berat badannya kurang. Diteliti lagi ternyata manusia itu beresiko terkena penyakit jantung, diabetes, stroke, atau bahkan alergi itu, sudah dicetak di blue print pada saat kehamilan," ujar dr. Damar saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Damar mengungkap jika 'blue print' anak di masa kehamilan ibu bukan hanya menentukan penyakit apa yang berisiko diderita di masa depan, tetapi juga perilaku.

" Perilaku anak seperti apakah si anak nantinya anti sosial, sukanya ngomongin orang, itu juga didasarkan dari kehamilan," imbuhnya.

Agar anak mendapatkan kesehatan yang prima dan tidak rentan terhadap penyakit, serta berperilaku baik, dibutuhkan nutrisi yang tepat dan harus dipenuhi di masa kehamilan. Ibu hamil dianjurkan untuk memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi sehari-hari. Perbanyak konsumsi protein alami serta sayur dan buah.

" Faktor nutrisi berperan penting dalam mencetak blue print. Perilaku itu 80% berdasarkan dari nutrisi yang dia dapat di masa kehamilan, sementara hanya 20% dari genetik," kata dr. Damar.

Damar pun mengemukakan skema tentang masa kehamilan dan risiko anak terkena penyakit dan perilaku tidak baik. " Jadi, jika anak saat lahir beratnya normal (lebih dari atau sama dengan 2,5 kilo) disertai modal banyak (nutrisi) maka risiko berpenyakit jadi rendah dan perilakunya baik. Sedangkan anak yang lahir dengan berat badan kurang dan hanya dibekali modal pas pas an (nutrisi), risiko terkena penyakit menjadi tinggi dan perilaku bisa kurang baik," ucapnya.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin antara lain asupan besi, seng, kalsium, vitamin D, asam folat, dan vitamin B12. Telur, ikan laut, susu, sayur dan buah, sebaiknya dikonsumsi teratur agar ibu dan janin selalu sehat baik saat hamil hingga si kecil dilahirkan.

 

Beri Komentar