Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Air Purifier (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak dan yang memiliki riwayat alergi debu cenderung akan lebih mudah bereaksi terhadap udara yang kotor. Termasuk juga udara dingin dan ketika di sekitar rumah terdapat banyak bunga dan serbuk sari.
Objek tak kasat mata seperti debu, remahan kayu serta bulu dari karpet ataupun hewan peliharaan bisa menjadi pemicunya. Seringkali disepelekan, partikel tersebut bisa masuk diam-diam ke dalam tubuh.
Saat reaksi alergi muncul, si kecil bisa jadi bersin terus-menerus, batuk, pilek hingga matanya gatal kemerahan bahkan sesak napas. Kunci utama untuk meminimalisir reaksi alergi debu
adalah dengan membersihkan rumah.
Hunian harus dibersihkan semaksimal mungkin agar terbebas dari partikel alergen. Ada tiga langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk membuat rumah bebas zat alergen atau pemicu
alergi.
1. Pasang air purifier
Alat ini mampu menyaring udara yang ada disekitarnya. Fungsi utamanya adalah untuk membersihkan udara dari partikel debu, kotoran atapun bulu halus. Meskipun harganya agak sedikit mahal, alat ini sangat baik digunakan di kamar bayi atau rumah dengan penghuni yang memiliki riwayat asma dan alergi.
Jika sudah memasang air purifier, penting untuk membersihkannya secara teratur. Membiarkannya tak dibersihkan dalam waktu lama justru malah akan memicu reaksi alergi.
2. Pelindung/cover
Benda dengan permukaan yang terbuat dari kain sebaiknya diberikan pelindung. Hal ini karena serat kain dapat dengan mudah terbang dan terhirup oleh penghuni rumah. Untuk
mencegahnya, Anda bisa pasangkan pelindung yang terbuat dari bahan anti alergi. Beberapa produsen bahkan melengkapi alat pelindung dengan formula anti tungau dan jamur.
Pelindung ini berbentuk seperti cover kain yang bisa dipasangn di matras tempat tidur atau sofa. Bersihkan juga secara teratur dengan membilasnya dengan air dan sabun lembut.
3. Pencucian rutin
Tak hanya ditutupi, penting juga mencuci kasur dan sofa dengan memanggil layanan khusus. Seprai dan sarung bantal serta guling juga wajib dicuci secara teratur.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, selimut sebaiknya dicuci satu kali dalam seminggu. Anda tidak tahu ada berapa banyak bakteri serta partikel berbahaya yang menumpuk di dalamnya. Membiarkannya dalam kondisi kotor bisa membuat si kecil batuk, pilek tak berkesudahan bahkan sesak napas saat tidur malam hari.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Real Simple
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?