Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bayi Makan Bubur Dengan Lahap (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi para ibu yang memiliki bayi berusia di atas 6 bulan biasanya sudah sangat siap dengan 'alat perang' berupa bahan makan organik, peralatan masak khusus serta resep makanan pendamping ASI (MPASI).
Setiap makanan yang akan diberikan untuk si kecil rasanya ingin diolah dengan tangan sendiri dan bahan alami. Tapi bagaimana jika keadaan tak memungkinkan? Misalnya harus melakukan perjalanan panjang saat mudik atau ibu sibuk dengan pekerjaan lain?
Bubur atau makanan bayi instan jadi solusi yang sangat praktis. Tapi banyak ibu yang merasa anti menggunakan produk tersebut, padahal produk instan tak selalu buruk. Malah banyak yang membeli bubur sehat di pasaran, yang belum terstandar. Hal ini justru sangat berisiko bagi kesehatan si kecil.
" MPASI komersial dibuat berdasarkan ketentuan khusus yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia (WHO). Ketentuan ini meliputi standar keamanan, higienitas dan kandungan
nutrisinya. MPASI komersial mengandung zat pengawet yang aman bagi bayi, dibuat dengan steril, dan memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang sesuai kebutuhan nutrisi bayi," ungkap dr. Angga Wirahmadi, Sp.A seperti dikutip dari IDAI.org
Bubur bayi sehat yang banyak dijual di pasaran memang diklai dibuat dari bahan organik, namun apakah proses pembuatannya bersih dan higienis tidak ada yang bisa menjamin.
Kandungan makro dan mikronutriennya juga tidak terstandar sehingga tidak bisa diketahui secara detail apakah kandungannya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan bayi. Oleh karena itu para ibu harus cermat dalam memilih bubur bayi sehat agar bayi tetap mendapat kandungan nutrisi yang baik.
MPASI buatan sendiri di rumah tetap merupakan pilihan utama sebagai MPASI karena memiliki kekayaan tekstur, aroma, rasa dan kandungan zat gizi yang lebih terjamin. Keberagaman pangan saat bayi makan MPASI buatan sendiri juga akan memberikan pengalaman makan yang lebih kaya dan kemudahan dalam proses pembelajaran makan bayi selanjutnya.
Selengkapnya pembahasan dr. Angga seputar MPASI instan bisa dibaca di sini.
Sumber: IDAI.org
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari