7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi krusial dalam tumbuh kembang anak. Bayi tidak boleh absen menyusui dalam kurun waktu enam bulan. Selebihnya, ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun.
Demi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, penting untuk menyusui sesuai kebutuhan si kecil. Tepat secara waktu dan durasi. Nah, banyak ibu bertanya-tanya berapa lama sebaiknya waktu menyusui si kecil. Jangan terlalu singkat.
" Jangan menyusui hanya dalam waktu 5 menit saja. Lakukan selama 15-20 menit pada masing-masing payudara," kata Asih Setiarini, Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut Asih, cairan ASI yang kaya akan lemak hanya akan keluar pada menit-menit terakhir. Cairan ini disebut dengan hindmilk dan baru muncul setelah foremilk habis.
" Menyusui idealnya dilakukan sebanyak 10-12 kali dalam sehari dengan rentang waktu 2 jam sekali," imbuhnya.
Perhatikan juga bahasa tubuh bayi saat haus. Bayi biasanya menunjukkan tanda-tanda gelisah, menangis, atau mulut dan lidah yang melakukan gerakan mengisap jika ingin minum ASI.
Perlu diingat bahwa komponen terbesar pembentuk otak bayi adalah lemak. Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapat asupan lemak dari ASI agar terhindar dari stunting dan penyakit gizi lainnya.
Jangan lupa melengkapi asupan gizi seimbang dengan memberi makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi berusia 6 bulan atau sudah mampu duduk tegak dan menelan. Gunakan kombinasi lengkap mulai dari karbohidrat, protein nabati dan hewani, serta sayuran dan buah-buahan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?