Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Konferensi Pers 'RetroRun' (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Untuk pertama kalinya lari mundur akan diselenggarakan di Indonesia. Menariknya lagi, dalam acara bertajuk RetroRun ini para peserta diwajibkan untuk mengenakan dresscode yang menggambarkan suasana di era 70-90an.
Rencananya, acara yang diselenggarakan PT Mundipharma, sebagai perusahaan pharmaceutical pemegang lisensi Betadine ini akan dilangsungkan pada Minggu, 18 September 2016. Peserta akan melintasi jarak sepanjang 3,5 kilometer yang dimulai dari Pelataran FX Sudirman hingga Gelora Bung Karno.
Country Manager PT Mundhiparma Healthcare Indonesia, Mada Shinta Dewi mengungkapkan, acara ini merupakan bentuk fun charity sebagai kepedulian terhadap upaya penanggulangan kanker di Indonesia.
" Kenapa lari mundur karena kita bukan mau ngejar trophy atau juara tapi lebih ke suasana kekeluargaan, fun dan bisa sambil fun," ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Hotel Artotel, Jakarta Pusat, Senin, 5 September 2016.
Hingga sejauh ini Mada menargetkan dapat menjaring 1000 peserta. Dimana nantinya akan dibagi lagi menjadi 200 orang per kelompok untuk mencegah penumpukan di titik tertentu.
Selain berlari, di sepanjang jalan yang dilalui peserta akan disediakan beberapa pit stop yang menyediakan informasi mengenai kanker. Sehingga harapannya nanti, sambil beristirahat orang-orang dapat mengakses informasi mengenai kanker. Terutama mengenai kanker limfoma.
" Nah nilai chairity-nya ini ketika peserta mendaftar harus beli tiket Rp150.000 dan nanti akan kita sumbangkan semua ke YKI (Yayasan Kanker Indonesia)," terangnya menambahkan.
Acara ini didasari pada keprihatinan terhadap tingginya kasus kanker di Indonesia. Melalui catatan dari WHO terdapat 14 juta kasus kanker baru yang ditemukan pada tahun 2012 dan mengakibatkan 8,2 juta kematian setelahnya.
Sehingga untuk memperingati hari kanker yang jatuh setiap bulan September ini, mereka ingin melakukan gerakan sosialiasi pencegahan kanker.
" Cara menurunkan angka kematian kanker yang paling mudah yaitu dengan mendeteksi dini. Dan kalau berbicara kanker kan sudah serem jadi kalau lewat RetroRun kita cari yang fun saja," tandas Ketua Himpunan Onkologi Indonesia dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Aru Wisaksono Sudoyo.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram