7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Perjalanan mudik tak bisa dilepaskan dari Idul Fitri. Bagi Sahabat Dream yang memiliki orangtua di kampung halaman, mudik tentunya jadi aktivitas wajib. Buah hati pun ikut diboyong untuk bertemu dengan kakek dan neneknya.
Untuk mereka yang mudik tak terlalu jauh, mengendarai mobil biasanya jadi pilihan. Sayangnya mudik dengan mobil pada beberapa anak menimbulkan masalah, yaitu mabuk perjalanan.
Pusing, mual, hingga muntah bisa terjadi sepanjang perjalanan. Kondisi tentu sangat menyiksa bagi anak. Suasana dalam mobil pun jadi tak nyaman. Lalu, mengapa maduk bisa terjadi saat anak berada dalam mobil?
Saat mabuk perjalanan, sebenarnya otak menjadi bingung dengan pesan yang saling bertentangan. Di satu sisi, kita dalam kondisi duduk dan pada saat yang sama tubuh terus bergerak.
Dikutip dari Moms, pesan campuran inilah yang membuat sistem saraf kita 'berpikir' bahwa tubuh terkena racun dan harus dikeluarkan. Caranya adalah membuang semua isi perut. Berawal dari pusing, mual kemudian muntah.
Untuk menghindari, jangan biarkan si kecil di dalam mobil bermain yang menguras fokusnya. Seperti menonton YouTube, main game di tablet atau membaca buku. Minta anak melihat pemandangan luar di sekitarnya.
Buka sedikit jendela, biarkan anak menghirup udara segar jika kondisi jalan tidak macet. Buat otak anak 'yakin' kalau tubuh sedang bergerak. Kondisi akan sangat membantu otak memahami kondisi yang sebenarnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?