Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemeriksaan Kehamilan (foto: Shutterstock)
Dream - Pemeriksaan rutin sangat dibutuhkan ibu hamil setiap bulan. Hal ini tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar. Belum lagi untuk membeli keperluan bayi sehari-hari.
Dana yang harus disiapkan untuk kebutuhan bayi memang sangat besar. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya kontrol rutin dan persalinan adalah dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
Ibu hamil bisa mendapat pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS. Tentu saja ada prosedur dan sejumlah hal penting yang perlu diketahui dalam menggunakan layanan dari BPJS.
Mengutip buku " MoneySmart Parent: Panduan Praktis Perencanaan Keuangan Orangtua Baru" , ada tiga hal dan langkah yang perlu kita pahami mengenai penggunaan BPJS untuk pemeriksaan kehamilan.
© Dream
Segera datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 terdekat. Ibu bisa pergi ke puskesmas, klinik, atau dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan BPJS untuk memeriksakan kehamilan.
Pastinya yang sudah dialokasikan atas nama kita sesuai dengan yang tertera di kartu BPJS Kesehatan milik pribadi. Kita bisa minta bantuan suami atau kerabat untuk mengantar kita mendatangai Faskes 1 terdekat. Semakin cepat semakin baik.
© Dream
Info ini penting dipahami. Pemeriksaan kehamilan hanya dapat dilakukan oleh bidan atau dokter umum yang ada di Faskes 1. BPJS Kesehatan juga membuka ruang bagi kita untuk mendapatkan manfaat lebih melalui skema koordinasi manfaat atau coordination of benefit (CoB) dengan perusahaan asuransi komersial.
Selain tertuang dalam Pasal 28 Peraturan Presiden No 111 Tahun 2013, skema CoB ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi peserta yang mampu membayar lebih.
© Dream
Bagaimana jika Faskes 1 tak bisa menangani dengan baik karena kurangnya fasilitas dan peralatan pendukung lain? Kita bisa mendapatkan rujukan ke Faskes Tingkat 2, yaitu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memiliki fasilitas dan peralatan kesehatan yang lebih memadai.
Jika mengalami masalah medis cukup serius dan membutuhkan penanganan khusus lebih lengkap, kita juga bisa mendapatkan rujukan ke Faskes Tingkat 2. Pastikan mengantongi surat rujukan dari dokter atau bidan, ya. Karena jika kita tak mengantongi surat rujukan, maka pemeriksaan kehamilan akan dianggap atas biaya sendiri.
Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com
© Dream
Dream - Salah satu keluhan yang kerap terjadi pada ibu hamil dan sangat menganggu adalah sesak napas. Napas menjadi lebih pendek dari biasanya.
Saat melakukan aktivitas ringan saja, seperti berjalan kaki atau mengambil minuman di kulkas napas terasa sangat berat. Tak jarang saat duduk karena kelelahan, napas menjadi sangat sulit dan sesak.
Perubahan fisik dan hormon secara drastis adalah penyebabnya. Hal ini memang sangat tidak nyaman, terutama jika ibu juga harus bekerja atau mengurus anak yang lebih besar.
Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui gejalanya, dan kapan harus menghubungi dokter. Tentunya demi kesehatan ibu dan janin.
© Dream
Ini merupakan istilah medis untuk sesak napas dan merupakan gejala kehamilan yang sangat umum. Faktanya, sekitar 60 - 70% ibu hamil mengatakan kadang-kadang mereka merasa sesak napas.
Ibu hamil mengalami dyspnea ketika merasa terasa sulit untuk bernapas atau seolah-olah sedang bernapas sangat berat. Gejala yang paling terasa antara lain dibutuhkan usaha lebih untuk menarik napas.
Ada sesak di tenggorokan atau dada. Ibu juga mungkin merasa seolah-olah jalan napas atau paru-paru bekerja lebih keras dari biasanya. Lalu, lebih sulit untuk mendapatkan udara melalui tenggorokan dan masuk ke paru-paru.
Ibu bisa merasa sesak napas kapan saja selama kehamilan, tetapi keluhan ini lebih sering terjadi pada trimester terakhir.
© Dream
Sesak napas selama kehamilan biasanya akan hilang dengan perubahan posisi dan istirahat sejenak. Ada beberapa kondisi jika sesak napas juga disertai keluhan dan tanda-tanda lain.
Gejala lainnya yaitu batuk disertai sesak napas yang terus memburuk, kesulitan berbicara, jantung berdegup kencang, nyeri dada, merasa pusing atau pingsan dan demam. Segera konsultas dengan dokter jika sesak juga disertai pembengkakan, napas berbunyi mengi atau bibir membiru.
Sumber: Verywell
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya