Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Cerita Bocah yang Masuk Perkumpulan Orang Ber-IQ Tinggi

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Februari 2018 10:04
Cerita Bocah yang Masuk Perkumpulan Orang Ber-IQ Tinggi
"Lia sudah bisa membaca sejak usia 4 tahun, sejak itu ia seperti kecanduan membaca buku".

Dream - Pada era teknologi seperti saat ini, minat membaca buku fisik seakan banyak ditinggalkan. Terutama oleh anak-anak yang cenderung lebih tertarik untuk bermain gadget atau belajar melalui tablet dan laptop.

Tapi hal itu tak terjadi pada Lia Henrich, bocah perempuan asal Australia. Saat ini ia duduk di kelas 5, Templeton Primary School, Wantirna. Lia baru saja masuk ke dalam jajaran anggota
Mensa, organisasi untuk orang dengan IQ tinggi.

Tak sembarang orang bisa menjadi anggotanya. Calon anggota diharuskan berada di 2 persen peringkat teratas dari hasil ujian yang digelar khusus oleh Mensa. Sejak usia 4 tahun, Lia
memang memiliki kemampuan yang lebih terutama dalam hal membaca.

" Lia sudah bisa membaca sejak usia 4 tahun, sejak itu ia seperti kecanduan membaca buku. Satu buku bisa dibacanya empat hingga lima kali," ujar Jeorg Henrich, sang ayah seperti dikutip
dari KidSpot.

Lia yang kini sudah berusia sembilan tahun terbiasa membaca buku di setiap suasana. Bahkan ketika waktu senggang ketika anak seusianya cenderung ingin bermain.

" Ia membaca setiap saat. Tidak peduli seberapa sering kita menyingkirkan bukunya ketika makan malam, namun buku itu kembali berada di tangannya," ungkap Joerg.

Bagi Lia, membaca bukan merupakan hal yang membosankan. Ia kerap kali membaca buku yang sama secara berulang-ulang. Buku favoritnya adalah serial klasik karangan Enid Blyton yang berjudul Brer Rabbit.

Ia juga suka dengan novel Sherlock Holmes dan Harry Potter. Saking terbiasa membaca, kemampuan membaca gadis cilik saat masih duduk di kelas 1 SD ini setara dengan kemampuan membaca murid kelas empat.

Kebiasaan membaca Lia ternyata ditularkan sang ayah. Joerg memang sejak Lia balita selalu menyediakan buku untuk bisa baca di manapun. Bukan cuma buku-buku pelajaran tapi juga buku cerita dan novel seru untuk anak-anak.

 Laporan Annisa Mutiara

 

Beri Komentar