Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Lennon (Foto: Kelley Chance)
Dream - Kelahiran bayi ke dunia selalu memiliki latar cerita sendiri yang menggugah hati. Apalagi cerita para orangtua yang berjuang mendapatkan buah hati melalui proses bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).
Banyak yang mengira kalau program bayi tabung semudah memiliki banyak uang dan akan berhasil. Padahal prosesnya lebih rumit, panjang dan jauh melelahkan baik secara fisik dan emosi dari itu.
Para calon ibu harus melalui serangkaian pengobatan, penyuntikan, bahkan operasi, konsumsi obat hormon yang membuat emosi naik turun. Proses panjang dan menyakitkan tersebut tak menjamin kehamilan terjadi seperti yang dialami Lesleigh Cetinguc.
Ibu asal Kansas, Amerika Serikat, harus menjalani proses bayi tabung tak langsung berhasil. Sebelumnya, Cetinguc sudah memiliki satu anak yaitu Lochan yang juga didapatkannya melalui program bayi tabung. Ia kembali ingin memiliki anak kedua melalui program yang sama tapi ternyata tak semulus yang pertama.
" Sukses IVF pada Lochan, dilanjutkan dengan rangkaian prosedur. Frozen embryo transfers, dua kali keguguran dan mengulang lagi dari awal, sebelum kami akhirnya berempat seperti sekarang, aku berusaha memberi makna pada tiap prosesnya," ungkap Cetinguc, seperti dikutip dari KidSpot.

Demi mendapatkan anak kedua, Cetinguc menjalani dua tahun perawatan. Hasilnya 500 botol, tabung, tutup, dan berbagai alat medis dari perawatan IVF selama dua tahun. Alat-alat tersebut merupakan saksi bisu perjuangan Cetinguc bisa hamil anak kedua.

" Pada Maret 2017 aku akhirnya hamil dan Lennon lahir dengan sehat pada 14 Desember 2017. Aku ingin mengabadikan perjuangan kami sebagai keluarga demi mendapatkan Lennon," ujar Cetinguc.
Ia pun berdiskusi dengan Kelley Chance, seorang fotografer keluarga. Hasilnya sebuah ide yang mengagumkan dan penuh latar cerita. Lennon berfoto dengan peralatan medis sang ibu selama program bayi tabung.

Hasilnya berupa foto pelangi yang sangat cantik, dengan wajah lucu Lennon di ujungnya. Foto ini menggambarkan tak ada usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Cetinguc berharap foto tersebut juga bisa menginspirasi pasangan yang sedang berusaha keras mendapat keturunan.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?