China Buat Alat 'Pembaca Pikiran', Bisa Deteksi Pria yang Nonton Film Biru

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 2 Juli 2022 10:40
China Buat Alat 'Pembaca Pikiran', Bisa Deteksi Pria yang Nonton Film Biru
Ada alarm yang berbunyi ketika gambar eksplisit atau tertentu terdeteksi oleh gelombang otak.

Dream - Peneliti China tengah membuat perangkat yang mampu ‘membaca pikiran pria’ dengan kemampuan mendeteksi gelombang otak yang menonton konten porno.

Perangkat tersebut juga diklaim akan membantu otoritas China dalam menegakkan hukum yang melarang warganya mengonsumsi pornografi.

Peneliti telah menguji coba alat itu pada 15 mahasiswa laki-laki yang duduk di depan layar komputer, sambil mengenakannya di kepala mereka. Ada alarm yang berbunyi ketika gambar eksplisit atau tertentu terdeteksi oleh gelombang otak.

Peneliti juga menguji dengan menyandingkan gambar eksplisit bersamaan gambar-gambar yang tidak akan memicu reaksi gelombang otak yang sama. Perangkat kemudian akan dapat memproses aliran foto dan menandai sesuatu yang mencurigakan.

1 dari 2 halaman

Direktur Departemen Teknik Listrik, Xu Jianjun, di Universitas Jiaotong Beijing, mempublikasikan hasil temuannya dalam Journal of Electronic Measurement and Instrumentation. Dia menyebut prototipe perangkat itu untuk mendeteksi informasi yang buruk.

Keakuratan dari perangkat, diklaim para peneliti dapat mencapai 80%. Alat ini juga mampu menyaring sinyal lain yang dapat memicu gelombang otak ketika seseorang memancarkan emosi yang tidak berkaitan dengan pornografi.

Pemerintah China sendiri tengah mempertahankan tindakan kerasnya terhadap pornografi. Dengan menyebarkan sensor yang dikenal sebagai 'porn appraisers' atau jian huang shi pada media sosial untuk menandai konten yang dianggap tidak pantas.

2 dari 2 halaman

Karena pornografi ilegal di China, para peneliti sempat mengalami kesulitan menemukan bahan yang cukup untuk digunakan dalam melatih perangkat tersebut.

Gambar-gambar eksplisit yang dapat diperoleh para peneliti harus disunting dan disensor untuk menghindari pelanggaran hukum.

Diketahui pada tahun 2018, pihak berwenang China menawarkan hadiah kepada warganya sebesar US$ 86.000, jika mengadukan seseorang yang dicurigai menonton materi pornografi.

Sumber: New York Post

Beri Komentar