Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Daihatsu Mengajak Orang Tua Sadar Dan Peduli Terhadap Bullying Anak. (Foto: Daihatsu)
Dream – Bullying atau perundungan jadi masalah yang kerap menganggu mental anak. Bukan hanya dilakukan oleh teman sebaya di sekolah, kakak kelas, bullying juga bisa dilakukan oleh orangtua tanpa disadari.
Mulai dari ucapan, perlakuan hingga kebiasaan sehari-hari orangtua, pastikan tidak menyakiti anak, apalagi merendahkannya. Bersikaplah memotivasi anak dan bukan menjatuhkannya.
Hal tersebut akan sangat mempengaruhi psikologis dan perkembangan mentalnya. Mengingat efek bullying yang begitu besar, produsen otomotif, Daihatsu, mengkampanyekan " Stop Bullying" .
“ Daihatsu berharap, semua pihak dapat menjadi agen dalam mengkampanyekan stop bullying. Hal ini bisa dimulai dari dalam rumah sendiri, yaitu dari orangtua ke anak-anak mereka,” kata General Affairs Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Haryanto Nurya Hadiwijaya, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 19 Maret 2019.
Haryanto mengatakan komunikasi yang terbuka dan orangtua yang menjadi pendengar bagi anak merupakan salah satu kunci untuk menekan tindakan perundungan terhadap anak-anak.
Ia juga mengajak anak-anak untuk semakin berani mengingatkan temannya terhadap bahaya bullying.
Hal ini dikatakan Haryanto dalam acara sosialisasi “ Stop Bullying! Daihatsu Sahabat Anak” yang digelar Daihatsu bersama Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta.
© Dream
Pada acara ini, ADM memberikan apresiasi kepada 10 RPTRA yang telah bekerja sama guna mengkampanyekan pesan Stop Bullying. Pada seremoni acara ini, Ketua TP PKK DKI Jakarta turut menyematkan Pin Daihatsu Sahabat Anak kepada 20 anak-anak sebagai tanda perwakilan agen Stop Bullying.
Daihatsu terus mengkampanyekan program ini sejak 2017. Tercatat pada tahun 2017, diikuti sebanyak 420 orang tua dan 1.420 anak, disusul tahun 2018, sebanyak 1.530 orang tua dan 2.600 anak turut mengikuti program ini.
Meningkatnya jumlah peserta ini membuktikan masyarakat mengapresiasi program ini karena merasakan hasil yang positif tentang edukasi yang terus dilakukan oleh Daihatsu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya