Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Datangi KPAI, Ini Pengakuan Penulis Buku Anak Berkonten LGBT

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 4 Januari 2018 14:02
Datangi KPAI, Ini Pengakuan Penulis Buku Anak Berkonten LGBT
"KPAI menanyakan motif yang mendorong memilih kata..."

Dream - Beberapa waktu lalu beredar buku anak berjudul " Balita Langsung Lancar Membaca" yang isinya berkonten lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Terkait hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil penerbit Pustaka Widyatama.

Penulis buku tersebut Intan Noviana mendatangi Kantor KPAI pada Rabu, 3 Januari 2018 kemarin. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, dalam pertemuan itu menanyakan ejaan " Opa bisa jadi waria" dan " Widia bisa menikahi Vivi" .

" KPAI menanyakan motif yang mendorong memilih kata itu," kata Retno, Kamis 4 Januari 2018.

Intan menjelaskan nama 'Widia' berasal dari Widyatmoko. Nama tersebut disingkat dan Intan mengungkap kalau tak ada niat untuk menginformasikan pernikahan sejenis.

" Karena belum sampai ke Moko, jadi disingkat. Di benak saya tidak berpikir untuk pernikahan sejenis," ucap Intan.

Untuk kalimat " Opa bisa jadi waria" , kata Intan ia hanya ingin mengenalkan kata " waria" . Intan pun meminta maaf atas hal tersebut.

" Diperkenalkan kata waria, agar anak memahami arti kata waria. Tetapi mungkin ini jadi pembelajaran bagi saya dan saya meminta maaf,” ujar dia.

Ia melanjutkan, dalam hal ini tidak ada motif apapun dan mengaku kalimat itu ditulis guna menghindari kata yang sama.

" Karena saya juga sedang banyak menulis dan banyak buku dan kehabisan kata. Tidak sengaja dan tidak bermaksud apapun," terang dia.

 

1 dari 1 halaman

Ada Buku Balita Berkonten LGBT, KPAI Panggil Penerbit

Ada Buku Balita Berkonten LGBT, KPAI Panggil Penerbit © Dream

Konten kontroversial dalam buku anak kembali terjadi. Kali ini buku berjudul " Balita Langsung Lancar Membaca" dengan metode bermain sambil belajar (BSB) terbitan Pustaka Widyatama memuat konten lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Konten tersebut berada di halaman 72 dengan ejaan tulisan 'o-pa bi-sa ja-di wa-ri-a'. Menanggapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil penerbit pada Kamis, 28 Desember 2017 kemarin.

" Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 29 Desember 2017.

Sangat disayangkan pada Kamis 28 Desember kemarin penerbit tidak memenuhi panggilan. KPAI pun berencana untuk memanggil kembali. Namun, waktunya belum dapat ditentukan.

" Kami akan panggil kembali, mengingat buku tersebut menjadi kontroversi dan meresahkan orangtua," ujar Retno.

Dalam hal ini, KPAI mendesak penerbit untuk segera menarik buku tersebut dan mengganti dengan revisi terbaru, sehingga tidak mengandung unsur LGBT atau hal negatif lainnya. 

Berdasarkan penelusuran KPAI, Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan dari Mutiara Media (Media Pressindo Group).

Buku balita membaca

" KPAI meminta bukti revisi berupa sampel buku yang sudah dicetak dan direvisi," kata Retno

KPAI, menurut Retno, terus mendorong pemerintah untuk segera membentuk Badan Perbukuan Nasional. Badan tersebut nantinya akan membuat sistem kontrol buku yang beredar di Indonesia agar tak ada konten-konten yang meresahkan.

Beri Komentar