Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

Dehidrasi Pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 18 Mei 2017 17:10
Dehidrasi Pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur
Pastikan asupan cairan ibu hamil tercukupi dengan baik. Perbanyak minum air putih, jus atau buah-buahan kaya air.

Dream - Selama hamil, kebutuhan cairan pasti meningkat. Asupan cairan ini dibutuhkan ibu agar kondisi tubuh tetap fit dan kehamilan berjalan dengan sehat. Termasuk menjaga asupan cairan untuk janin melalui produksi ketuban.

Air ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pergerakan janin, produksi cairan amnion serta mendukung sirkulasi volume darah yang meningkat. Jangan sampai ibu hamil kekurangan cairan apalagi sampai dehidrasi. Dianjurkan pada ibu hamil untuk selalu membawa air minum ke mana pun.

Biasanya frekuensi buang air kecil akan sangat sering dan sebaiknya langsung 'diganti' dengan seteguk air. Banyak keluhan yang bisa muncul jika ibu hamil kekurangan cairan. Ketahui manfaat utama air selama kehamilan.

- Melancarkan aliran darah
Bila kebutuhan air tak terpenuhi tubuh akan menyedot komponen tubuh itu sendiri, mulai dari komponen yang paling dekat yaitu darah. Jika air dalam darah terpakai untuk keperluan tubuh makan darah akan menjadi kental sehingga sirkulasinya terhambat. Dengan banyak mengonsumsi air putih maka aliran darah jadi lebih lancar, termasuk aliran darah dari ibu ke janin yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

- Mencegah persalinan prematur
Persalinan prematur berkaitan era dengan dehidrasi. Dehidrasi berat pada trimester ketiga dapat memicu kontraksi. Akibatnya persalinan prematur bisa terjadi. Untuk itu pastikan ibu mengonsumsi banyak cairan. Bisa berupa air putih, jus, atau buah-buahan kaya air.

- Membuang bakteri
Cairan dalam tubuh merupakan 'media tranportasi' zat racun untuk dibuang tubuh melalui urine. Saat hamil, rahim membesar mengakibatkan urine tertahan saat buang air kecil padahal urine tempat bakteri berkembang biak. Dengan cukup cairan tubuh bisa membuang racun dan bakteri lebih maksimal.

 

Sumber: Jurnal Program Nutritalk K2JPK

 

 

 

Beri Komentar