Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jagat raya tidak pernah berhenti memukau manusia dengan segala keindahannya. Masih banyak benda indah di antariksa yang belum disaksikan oleh umat manusia di Bumi.
Untung saja ada seorang astronot dari European Space Agency (ESA), Paolo Nespoli yang belum lama ini berhasil memperlihatkan fenomena langka yang terjadi di atas bumi.
Pihak organisasi tersebut telah menyatukan potongan rekaman yang diambil oleh Paolo ketika sedang berada di pangkalan antariksa. Video berdurasi satu setengah menit itu menunjukkan pergerakan pangkalan yang mengarungi Samudera Atlantik ke Kazakhstan.
Paolo tak hanya berhasil merekam cekungan lempeng bumi, dataran bumi serta badai petir. Melainkan sebuah meteoroid yang jatuh ke permukaan bumi. Sahabat Dream bisa melihatnya pada detik ke 7-8 di video.
Menurut laporan Travel and Leisure, meteoroid tersebut merupakan batuan luar angkasa yang bersinar sangat terang akibat terkikis oleh atmosfer. Meteoroid yang tertangkap dalam video juga diklaim jatuh dengan kecepatan yang melebihi rata-rata.
" Daya jatuhnya lebih cepat dibanding meteoroid pada umumnya, yakni sekitar 20 kilometer per detik," kata Rudiger Jehn, yang merupakan bagian dari Space Situational Awareness Programme.
(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya