6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Di saat kita bersusah payah membayar tagihan listrik, masyarakat Jerman justru dibayar ketika menggunakan listrik. Hal itu terjadi di bulan Desember lalu.
Pasokan listrik di negara ini memang sudah melebihi permintaan. Jerman telah menginvestasikan sumber daya terbarukan senilai $200 miliar atau sekitar Rp2,6 triliun sejak beberapa dekade terakhir. Sumber daya tersebut diketahui berupa energi angin dan matahari.
Ketika cuaca sedang dalam keadaan panas, pembangkit listrik tenaga matahari bekerja secara maksimal untuk memenuhi cadangan listrik. Begitu pula di hari libur, saat sebagian besar pabrik sedang tutup.
Masyarakat Jerman bukan dibayar dalam bentuk uang, melainkan mendapat potongan pada tagihan listrik mereka.
Menurut laporan The New York Times dari laman Travel and Leisure, beberapa pabrik dan perkantoran diberi insentif untuk menggunakan listrik dengan biaya $60 atau sekitar Rp800 ribu per megawatt setiap jamnya.
Di bulan Oktober lalu, tercatat bahwa harga listrik di Jerman gratis selama 31 jam karena cuaca yang terus menerus hangat.
Sistem pembangkit listrik tenaga alam memang hanya dapat bekerja dengan maksimal tergantung dari cuaca di daerah tersebut. Sementara cuaca seringkali tidak dalam keadaan yang menentu.
" Hal itulah yang menjadi tantangan terbesar dalam mentransisikan energi menjadi sumber daya yang bisa dipakai terus-menerus," tutur Tobias Kurth, Managing Director of Energy Brainpool.
(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
