Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasangan Suami Istri Foto:Shutterstock
Dream - Hubungan intim yang menyenangkan merupakan hal yang didambakan pasangan suami istri. Namun sayangnya banyak faktor yang membuat suasana hubungan intim yang penuh cinta malah menimbulkan kekecewaan.
Disfungsi ereksi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hubungan intim yang seharusnya menyenangkan, malah berpotensi membuat mood pasangan menjadi buruk.
Menurut dr Dyandra Parikesit, dokter spesialis urologi, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi pada penis, untuk memperoleh hubungan seks yang memuaskan.
" Jadi yang pertama ada komponen objektif, yaitu tidak mencapai atau tidak bisa mempertahankan ereksi, lalu biasanya experience subjektifnya tidak itu tidak bisa merasakan hubungan seks yang memuaskan," ujar dr Dyandra dalam acara 'Exclusive Media Talk Bersama Topgra' Kamis 8 Maret 2021.
Berdasarkan penyebabnya disfungsi ereksi dipicu berbagai faktor antara lain adanya gangguan pembuluh darah, saraf, hormonal, psikis, penyakit pada penis, trauma serta penyebab lainnya yang masih tidak diketahui
Identik dengan permasalahan pria, ternyata disfungsi ereksi sendiri juga menjadi masalah bagi pasangan. Penyakit ini memang hanya dimiliki oleh pria, namun sebenarnya juga memberikan pengaruh negatif bagi pasangan.
" Bener-bener salah kalau ini dibilang cuma penyakit pria, karena pasangannya juga merasakan efeknya" , tutur dokter yang juga berprakek di Rumah Sakit Mayapada tersebut.
Oleh karena itu penanganan disfungsi ereksi sendiri tidak hanya dilakukan kepada suami, namum juga wajib mengajak pasangan untuk datang saat berkonsultasi. dr Dyandra pun menyarankan agar pasangan ikut datang saat sesi terapi berlangsung.
" Kadang berapa kali juga dari cara komunikasi antar pasangannya aja kita udah tau nih masalah ada dikomunikasinya dan keharmonisannya, karena memang masalah tersebut juga mempengaruhi," kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya