BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Djoni Dan Keluarganya Mendapatkan Apresiasi Dari Pesonna Hotel Semarang (Istimewa)
Dream - Usia Djoni sudah tidak muda lagi. Wajahnya penuh keriput, dengan rambut dan alis yang memutih. Meski begitu, dia tidak berhenti mencari rezeki sebagai penambal ban.
Djoni membuka usaha tambal ban di Jalan Depok, Kembangsari, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di depan Pessona Hotel. Usaha itu sudah dia jalankan sejak 1965, tahun yang sama dengan kelahiran putri bungsunya, Siti.
Bisa dibilang, Djoni adalah saksi sejarah perubahan yang terjadi di sepanjang Jalan Depok. Di masa 1960-an, Jalan Depok selalu ramai oleh pengendara sepeda onthel jadul yang kerap dijuluki 'pit kebo'.
Ada juga alat transportasi lain kerap melewati jalanan yang lengang itu. Beberapa di antaranya seperti becak, helicak, maupun delman. Lambat laun, berdiri banyak sekali toko sepeda di jalan itu.

Pria 90 tahun ini masih ingat upah pertama yang didapatnya dari usaha tambal ban tersebut. Upah itu dia gunakan untuk menafkahi keluarganya.
" Kula diparingi arta namun limang pi (Saya diberi upah hanya Rp5)," kata Djoni.
Djoni pun setia dengan profesi sebagai penambal ban. Dari usaha itulah, dia menghidupi anak dan istrinya selama ini. Tentu, upah yang diterima berubah seiring perkembangan zaman.
Keberadaan jasa yang ditawarkan Djoni banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Terutama para pengayuh becak, penjual sayur maupun jamu gerobak.
Kini, Jalan Depok telah menjelma sebagai pusat kuliner Semarang. Meski begitu, Djoni tidak berhenti menjalankan profesinya.

Kegigihan dan kesetiaan Djoni pada profesinya menginspirasi manajemen Pesonna Hotel. Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan, salah satu hotel terkemuka di Semarang ini memberikan apresiasi kepada Djoni.
" Kami mengapresiasi bapak Djoni yang kesehariannya bekerja sebagai tukang tambal ban sepeda di depan Pesonna Hotel sebagai Pahlawan Jaman Now," ujar Public Relations Pesonna Hotel Semarang, Twinika Sativa.
Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk kesempatan menginap semalam di tiga kamar tipe Deluxe untuk Djoni dan keluarganya. Fasilitas lainnya yang juga diberikan kepada Djoni adalah sarapan pagi dan kolam renang.

" Manajemen juga memberikan sambutan hangat dalam menyambut kedatangan pak Djoni beserta anak, cucu dan cicitnya. Kami langsung mempersilakan Pak Djoni sekeluarga menikmati hidangan makan siang yang sudah disiapkan di Pesonna-Cafe. Tak lupa kami berikan oleh-oleh berisikan aneka snack dan masakan hotel sebagai bingkisan kudapan ketika check-out," ucap Twinika.

Mendapat apresiasi dari Pesonna Hotel, Djoni mengaku sangat senang. Tak lupa, dia ucapkan terima kasih kepada pihak manajemen Pesonna Hotel.
" Rasane seneng banget, matur nuwun sanget (rasanya sangat senang, terima kasih banyak)," kata Djoni.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
