Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Gangguan autisme sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara jelas. Sempat beredar isu kalau kandungan vaksin lah yang memicu autisme. Tapi hal tersebut tak terbukti secara ilmiah.
Secara global, jumlah kasus gangguan autisme ternyata meningkat secara signifikan. Seorang dokter anak asal Amerika Serikat, dr. Harvey Karp yang juga menulis buku " The Happiest
Baby" , mengungkap kalau pemicu autisme salah satunya yang sering tak disadari banyak orang, yaitu paparan zat kimia yang berlebihan.
" Banyak studi yang membuktikan kalau vaksin bukan merupakan pemicu autisme, lalu pertanyaannya apa penyebabnya? Salah satunya adalah teori paparan zat kimia yang merusak kerja endokrin dan banyak terdapat pada plastik kemasan," ungkap dr.Karp, seperti dikutip dari Pop Sugar.
Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar tentang BPA (Bisphenol A). Zat tersebut rupanya mengganggu hormon-hormon yang dihasilkan endokrin. Saat masuk ke dalam tubuh, BPA akan memapari hormon estrogen.
" Saat zat tersebut menjadi aktif maka bisa dengan mudahnya masuk ke otak janin dan bisa berdampak buruk pada perkembangan otaknya secara keseluruhan," kata dr. Karp.
Sistem endokrin adalah suatu sistem dalam tubuh manusia yang bertugas untuk melakukan sekresi (memproduksi) hormon yang berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan organ-organ dalam tubuh. Bayangkan jika kerja sistem tersebut terpapari zat berbahaya maka akan sangat berefek fatal pada janin.
Pada 2009, sebuah studi mengungkap kalau botol bayi serta kaleng kemasan susu formula bayi banyak yang mengandung BPA. Untuk itu Amerika Serikat telah melarang penggunaan BPA pada seluruh produk untuk anak.
Untuk para ibu hamil, atau mereka yang berencana memiliki anak, sebisa mungkin hindari penggunaan kemasan plastik yang mengandung BPA dan BPS.
" Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar. Hindari konsumsi makanan kaleng karena level BPA-nya sangat tinggi. Hal ini bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan autisme," ungkap Karp.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol