Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Cacingan Banyak Menyerang Anak-anak/ Foto: Shutterstock
Dream - Indonesia merupakan negara tropis, di mana cacing sangat mudah berkembang biak. Kasus infeksi cacingan di Indonesia pun cukup tinggi. Untuk itu oleh pemerintah, para murid SD biasanya di bulan Agustus diberikan obat cacing gratis.
Hal ini karena anak yang terkena cacingan bisa memicu masalah gangguan belajar, tidak konsentrasi, tak nafsu makan dan berat badannya menurun drastis. Selama ini mungkin Ayah Bunda merasa cacingan hanya dialami mereka yang tak menjaga kebersihan, tapi sebenarnya cacingan bisa dialami siapa pun.
Dokter Lucky Yogasatria, spesialis anak, menjelaskan lewat akun Instagramnya @dr.lucky.sp.a ada lima kebiasaan yang seringkali memicu cacingan pada anak. Orangtua harus ekstra waspada.
1. Tidak cuci tangan sebelum makan
" Coba perhatiin deh, kalau mau makan cuci tangan gak dia, kl iya, sudah bener belum cuci tangannya, pakai sabun gak, digosok-gosok gak jarinya atau cuma sekadar basah kena air," ungkap dr. Lucky.
Pastikan sebelum makan si kecil cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dengan benar. Jadikan cuci tangan dengan sabun sebagai kebiasaan.
" Anak main keluar main pasir main tanah, nyelip tuh telur cacing di kukunya, masuk deh. Jadi wajib periksa kuku seminggu sekali, kalau seminggu udah panjang berarti potong seminggu sekali," kata dr. Lucky.
Selalu periksa kondisi kuku anak secara rutin. Jika sudah cukup panjang apalagi penuh dengan kotoran, segera bersihkan dan potong.

3 Tak pakai alas kaki
Masuknya cacing, menurut dr. Lucky bukan hanya lewat mlut tapi juga kulit. Untuk kasus cacing yang masuk lewat kulit, bisa jadi tampak dengan mata ada cacing di bawah kulit. Untuk itu pastikan si kecil pakai alas kaki saat bermain di tempat yang kotor.
Sayur dan buah tentunya dipenuhi dengan kotoran dan tanah, tempat banyaknya telur cacing. Sebelum memberikan sayur dan buah pada anak, bersihkan dengan maksimal di bawah air mengalir. Terutama jika banyak sisa tanah yang menempel.

5. Tidak minum obat cacing
Dokter Lucky juga mengingatkan minum obat cacing secara rutin dianjurkan pada anak-anak. Obat cacing bisa diberikan pada anak minimal usia 2 tahun. Untuk di sekolah dasar milik pemerintah, biasanya diberikan obat cacing secara gratis.
Dream - Salah satu keluhan yang sering terjadi pada anak-anak adalah sakit perut. Pada anak yang sudah lancar bicara, mereka bisa dengan mudah memberi tahu orangtua kalau mengalami sakit di area perut.
Jika mendengar si kecil mengeluh hal ini jangan menganggapnya sepele. Bisa jadi terdapat masalah serius di pencernaannya yang butuh pemeriksaan medis. Biasanya terjadi kram di perut si kecil, kembung atau perih. Kadang anak sampai merasa lemas dan kehilangan nafsu makan.

" Terkait masalah pencernaan, perhatikan kebiaasaan buang air besar anak Anda. Jika tak buang air besar selama dua hari bisa jadi ia mengalami konstipasi. Hal inilah yang membuat anak kesakitan. Konstipasi merupakan kasus yang paling sering memicu nyeri hebat pada perut anak," ujar Dan Thomas, MD, seorang pediatric gastroenterologist di Childrens Hospital Los Angeles, dikutip dari WebMD.
Masalah konstipasi pada anak sering terjadi karena anak kurang mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayur dan buah. Terutama pada anak yang mulai pilih-pilih makanan.
" Anak biasanya lebih suka makanan garing seperti keripik, roti, biskuit yang sangat kaya tepung dan level seratnya rendah. Ini membuat mereka konstipasi, minuman manis bergula tinggi juga sebaiknya dihindari. Berikan jus buah alami, smoothies atau yogurt tawar yang sangat baik untuk pencernaannya," ujar Thomas.
Pemicu lain anak mengalami sakit perut adalah gastroesophageal reflux. Yaitu zat asam lambung naik dan membuat dadanya panas dan menjadi sangat rewel serta sulit tidur. Untuk mengetahuinya, segera periksakan diri ke dokter.
Nyeri perut anak yang serius juga bisa disebabkan oleh adanya luka di sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan kesakitan saat tengah malam ketika perutnya kosong, muntah dan muncul bercak darah di muntah si kecil.
" Jika nyeri perut disertai muntah, demam dan dehidrasi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Masalah pencernaan bisa fatal apabila tak ditangani dengan segera karena akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak," ungkap Thomas.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya