Dragon Ball Dilarang Tayang, Netizen Sindir KPI

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 11 November 2015 18:00
Dragon Ball Dilarang Tayang, Netizen Sindir KPI
Melalui situs resminya, Komisioner KPI, Sujarwanto Rahmat Arifin meminta stasiun TV yang menayangkan Dragon Ball untuk mengurangi unsur kekerasan dalam anime yang sudah disulih suara itu.

Dream - Anak-anak yang tumbuh di era 90an sepertinya tidak asing dengan serial anime Dragon Ball. Menghapus kerinduan para penggemar film ini pun kembali ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta, namun sayang kini serial tersebut mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Melalui situs resminya, Komisioner KPI, Sujarwanto Rahmat Arifin meminta stasiun TV yang menayangkan Dragon Ball untuk mengurangi unsur kekerasan dalam anime yang sudah disulih suara itu.

Akan tetapi, tak dijelaskan secara rinci dan ilmiah mengenai kaitan Dragon Ball dengan perilaku kekerasan anak.

Melihat hal itu stasiun televisi yang dutegur pun tidak menayangkan lagi Dragon Ball. Penggemar serial ini pun langsung berkomentar pedas di media sosial, termasuk akun Facebook KPI.

Tidak hanya itu netizen pun membuat meme-meme yang menyindir sikap KPI. " Ini serial sudah ada dari 90an kenapa baru sekarang. Kami tumbuh di era itu dan hidup kami masih wajar, sementara kini banyak sinetron soal manusia jadi-jadian. Apa itu membuat generasi sekarang wajar?," tulis netizen, Rabu 11 November 2015. (Ism) 

1 dari 4 halaman

Awas! Film Kartun Ini Paling Bahaya buat Anak

Dream - Setiap anak Indonesia dan dunia pasti mengenal serial kartun Tom and Jerry. Film kartun yang menceritakan permusuhan kucing dan tikus ini sering mempertontonkan aksi kekerasan seperti memukul, mencekik, menembak, merokok dan lain sebagainya.

Untuk alasan itulah, selama dekade terakhir, serial kartun Tom and Jerry menuai kritik dan keluhan. Dengan 82 keluhan yang diterimanya, kartun Tom and Jerry menduduki puncak daftar acara TV anak-anak yang paling dikeluhkan versi Office of Communications (Ofcom), semacam komisi penyiaran di Inggris.

Salah satu yang dikeluhkan adalah ada dua episode yang menonjolkan merokok cerutu dan rokok.

Acara TV lainnya yang masuk sepuluh besar tayangan anak yang mengganggu yang disusun oleh MailOnline adalah Blue Peter dan Bratz, serial kartun Amerika.

Blue Peter menerima 14 pengaduan karena menampilkan adegan yang menunjukkan penyembelihan kambing di Oman selama upacara keagamaan.

Sementara Bratz mengumpulkan 13 keluhan setelah salah satu episode mengandung istilah 'spaz' yang dianggap 'sangat menyinggung' dan 'menghina'.

" Semua perusahaan penyiaran Inggris harus mematuhi aturan yang menetapkan standar program TV. Kami menilai semua keluhan dan program yang melanggar aturan," kata seorang juru bicara Ofcom kepada MailOnline.

Ditambahkan, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun dilindungi dari konten yang tidak pantas.

" Ada aturan penyiaran yang jelas dirancang untuk melindungi anak-anak dan kita aktif menegakkannya."

(Sumber: Metro.co.uk)

2 dari 4 halaman

KPI Hentikan Sinetron 'Ganteng-ganteng Serigala'

Dream - Dalam situs Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), KPI menetapkan pemberian sanksi penghentian sementara sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) pada akhir pekan ini. Sinetron yang tayang di SCTV setiap hari pukul 19.30 WIB ini harus dihentikan sementara selama 3 hari berturut-turut, yaitu mulai tanggal 21 sampai 23 Oktober 2014.

Menurut pihak KPI, pemberian sanksi itu karena adanya pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) pada tayangan 16 Agustus 2014. Pada episode tersebut sinetron ini menayangkan adegan seorang remaja perempuan melompat ke dalam api serta adegan remaja laki-laki dan remaja perempuan yang mengenakan seragam sekolah berpelukan di lingkungan sekolah.

Padahal, adegan bermesraan dan berpelukan dengan menggunakan seragam sekolah di lingkungan sekolah ini sebelumnya ditemui di sinetron tanggal 30 Mei 2014. KPI telah melayangkan surat teguran kedua kalinya karena adegan 30 Mei ini terulang lagi pada episode 16 Agustus.

" KPI Pusat juga menilai bahwa inti cerita program sinetron GGS tidak mengandung nilai-nilai pendidikan, ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Selain itu tampilan yang muncul di sinetron ini tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja serta bertentangan dengan etika yang ada di lingkungan pendidikan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 ayat (2) huruf b dan Pasal 37 ayat (1) dan (2) SPS," tulis keterangan KPI tersebut.

Namun, karena sinetron yang dibintangi Aliando dan Ricky Harun ini telah melanggar sanksi administratif hingga 2 kali, maka KPI memberikan sanksi yang lebih berat yaitu penghentian sementara.

Selain itu, pihak SCTV juga dilarang menyiarkan program dengan format sejenis pada waktu siar yang sama. Pihak SCTV juga berkewajiban memperbaiki keseluruhan alur cerita program sinetron GGS yang sesuai dengan tujuan, arah dan fungsi dari penyiaran sesuai dengan aturan dari KPI tersebut.

" Tindakan penjatuhan sanksi penghentian sementara ini juga sudah melewati forum klarifikasi dengan pihak SCTV yang dihadiri oleh Harsiwi Ahmad selaku Direktur SCTV," tutup keterangan KPI.

3 dari 4 halaman

Gara-gara Film Kartun Berubah Jam Tayang, Ribuan Warga Demo

Dream - Sekitar 2.000 warga Bolivia menggelar unjuk rasa awal bulan ini. Bukan soal politik. Bukan pula masalah ekonomi. Demonstrasi itu dipicu oleh perubahan jam tayang film kartun “ The Simpsons”.

Dikutip Dream dari New York Post, Minggu 22 Februari 2015, ribuan warga itu datang dari Kota La Paz, Santa Cruz, dan Cochabamba. Tiga kota utama Bolivia. Mereka menggelar long marchdi Ibukota Bolivia, La Paz.

Para demonstran itu kebanyakan diikuti oleh remaja dan pemuda. Mereka menuntut Unitel, jaringan televisi yang menayangkan “ The Simpsons”, agar mengembalikan jam tayang ke jadwal semula.

Para demonstran itu mengenakan kostum-kostum unik. Menyerupai karakter-karakter dalam “ The Simpsons”. Mereka bernyanyi menyuarakan tuntutan. Mereka bertahan di jalanan meski di bawah guyuran hujan.

Akhirnya, Unitel menyerah. Mereka menyatakan akan mengembalikan jam tayang kartun buatan Amerika Serikat itu ke jadwal semula. Selama dua jam penuh.

Menurut media setempat, demonstrasi ini merupakan unjuk rasa pertama yang dilakukan oleh para pemirsa televisi. Sebelumnya, tak ada aksi menentang perubahan jam tayang di televisi. 

4 dari 4 halaman

Ini Sosok di Balik Film Kartun Kondang: Doraemon sampai Masha

Dream - Sejumlah film kartun sangat kondang di Tanah Air. Doraemon, Masha and The Bear, Upin Ipin, Naruto, dan Sinchan, merupakan beberapa di antara film kartun tenar itu.

Karakter dalam film-film itu memiliki banyak keunikan, yang sangat identik dengan tokohnya. Baik bentuk maupun suara.

Doraemon misalnya, selain bentuknya, suaranya sangat unik. Sehingga kita bertanya-tanya siapa orang di balik Doraemon.

Suara unik ini menjadi daya tarik tersendiri karena membuat film kartun terlihat lebih hidup. Bahkan tak jarang, penonton membayangkan bagaimana sosok pengisi suara.

Di Indonesia, sejumlah film kartun luar negeri suaranya digantikan oleh para dubber lokal. Sebagian lagi masih menggunakan dubber negara asal film tersebut.

Lantas, siapa sosok di balik karakter-karakter itu? Baca selengkapnya di tautan ini.

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar