Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Motor Kustom Saat Ini Sedang Berkembang. (Foto: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Dream – Di sektor otomotif, ada barometer dunia kustom Tanah Air, yaitu Kustomfest. Di ajang ini, builder lokal dan internasional “ unjuk gigi” dan memamerkan sepeda motor dan mobil kustom.
Contohnya, Kustomfest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada 6—7 Oktober 2018.
Dilansir dari Liputan6.com, Senin 8 Oktober 2018, event tahunan ini diikuti oleh 155 motor dan 28 mobil kustom dari beragam daerah di Tanah Air. Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, mengatakan kustom sedang berkembang dan digandrungi. Hal ini terlihat dari Kustomfest yang baru digelar tujuh tahun yang lalu. Dikatakan pada pukul 17.00 sebelum acara dimulai, hanya ada 20 motor kustom yang ikut.
“ Kebayang, nggak? Full venue itu angkanya 100 meter saja tidak ada. Pokoknya waktu itu asal beda motor (motor modifikasi) saya masukin, sampai segitunya,” kata Lulut di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Seiring waktu berjalan, gelaran ini diikuti banyak builder dari berbagai wilayah. Karya-karyanya juga brilian. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti Kustomfest pada tahun ini.
Lulut mengakui perkembangan dunia kustom di Tanah Air tak lepas dari hobi yang digeluti Presiden Joko Widodo (Jokowi). Semenjak membeli motor kustom Royal Enfield bergaya chopper di awal 2017, tren kustom motor kini semakin mewabah.
“ Mendadak semua orang bicara kustom. Indonesia bisa saya bilang jadi mendadak custom (gara-gara Jokowi),” kata dia.
Ada satu pertanyaan tentang tren motor kustom. Apakah tren ini akan berlangsung lama? Hal ini mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang biasanya heboh dengan suatu tren tertentu namun hilang hanya dalam hitungan bulan. Sebut saja tren batu akik beberapa tahun lalu.
Menanggapi hal tersebut, Lulut mengatakan modifikasi akan bertahan selama anak muda masih bermain sepeda motor.
“ Jadi, intinya seberapa lama anak muda itu memegang grip gas. Kalau anak muda sudah asyik tutut (main games), mungkin ini akan mati seperti gelombang cinta (nama tanaman) atau seperti tren batu akik,” kata dia.
Lulut akan mendukung acara-acara yang berkaitan dengan modifikasi dunia otomotif. Tujuannya agar tren modifikasi terus berkembang.
“ Kami ingin dunia kustom punya bara api baru yang nanti akan menjadi api biru lagi. Suatu saat, nanti orang bisa mungkin keterbatasan umur, kesempatan, dan waktu, dia berhenti naik motor atau mobil. Tapi, dengan anak yang sekarang main motor lagi, jadi apinya akan semakin biru,” kata dia.
Pria yang sekaligus builder dari Retro Classic Cycle, Lulut Wahyudi, mengatakan tren mobil atau motor klasik, bisa menggerakkan bisnis. Dicontohkan, satu unit motor bisa mendayagunakan beberapa bengkel dan pekerjanya.
“ Impact-nya kami ulas satu motor CB. Dia beli. Terus dicopot mesinnya, terus dikirim ke bengkel mesin,” kata dia.
Lulut mengatakan bodi motor dikirim ke tempat penggarapan bodi, lalu dicat dengan cat krom kalau sudah jadi. “ Jadi, ada dua yang bekerja sebagai tukang cat dan tukang krom,” kata dia.
Bisnis kustom ini akan “ berbagi rezeki” untuk bengkel-bengkel lain, seperti ahli kabel, kaki-kaki, sampai ban.
“ Ada impact ekonomi nggak? Ada. Dari A-Z itu ada. Nah, itu baru satu motor,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya