Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Medina Zein (Foto: Instagram Medina)
Dream - Selama menyusui, ibu harus lebih hati-hati dan selektif dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Hal ini untuk menghindari paparan zat negatif yang bisa dikonsumsi bayi melalui air susu ibu (ASI).
Bukan hanya asupan sehari-hari, begitu juga obat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat tertentu. Pasalnya, zat dalam obat bisa langsung berdampak bayi.
Bagaimana dengan ibu menyusui yang memakai narkoba? Seperti kasus Medina Zein, pengusaha yang baru saja melahirkan 9 September 2019 lalu. Melalui pemeriksaan polisi, ia diketahui positif mengonsumsi sabu-sabu.
Padahal, bayinya yang masih berusia 3 masih butuh ASI. Lalu apa dampaknya jika seorang ibu yang menyusui, memakai narkoba?
© Dream
Dikutip dari KlikDokter, sabu atau metamfetamin dan senyawa turunananya yaitu amfetamin dapat menyebabkan sederet gejala yang sangat fatal. Antara lain, halusinasi, agitasi, kejang, psikosis, hipertensi, hipertermia, jantung berdetak lebih cepat, bergantung dengan dosis yang digunakan.
Efek samping obat tersebut menyebabkan ibu yang mengkonsumsi metamfetamin cenderung tidak bisa merawat bayinya.
Metamfetamin dapat dikeluarkan melalui air susu ibu ke bayi dalam jumlah besar. Jika tak ingin bayi juga terpapar metamfetamin, jarak antar menyusui dengan dosis terakhir metamfetamin harus setidaknya 48 jam.
© Dream
Konsentrasi narkotika jenis ini mencapai 2,5 x lebih banyak saat dikeluarkan di air susu daripada jumlah di dalam cairan tubuh ibu. Pernah terdapat satu kasus kematian bayi setelah menyusu dari ibu pengguna metamfetamin.
Amfetamin senyawa turunan metamfetamin dapat menurunkan kadar hormon prolaktin sehingga menyebabkan produksi air susu ibu berkurang.
Bayi yang menyusu dari ibu pecandu narkotika jenis ini cenderung lebih sering gelisah, rewel dan sering menangis. Metamfetamin tidak aman dipergunakan saat kehamilan karena dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah.
Selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Air Susu Ibu (ASI) merupakan kebutuhan utama bagi bayi baru lahir. ASI, bisa memenuhi nutrisi bayi terutama selama di 6 bulan pertama kehidupannya. Penting diketahui, meskipun proses alami tapi dibutuhkan dukungan banyak pihak agar ibu bisa memberikan ASI hingga 2 tahun.
Dukungan yang paling dibutuhkan ibu tentunya berasal dari orang terdekat, yaitu ayah. Sayangnya, saat ini sebagian besar orang beranggapan menyususi adalah tugas ibu. Ayah tak perlu terlibat dan tidak bisa.
Padahal sebaliknya, ayah justru jadi penentu keberhasilan menyusui ibu. Adakalanya ibu, mengalami penurunan produksi dan kualitas ASI, hal ini disebabkan faktor stres atau kelelahan. Dalam kondisi ini, ayah lah yang harus turun tangan.
" Ayah itu penting banget membuat ibu mendapat happy hormone, membuat ibu merasa rileks. Pada khirnya hormon bahagia berkontribusi untuk memacu hormon prolaktin yaitu hormon pelancar ASI," kata dr. Ameetha konselor laktasi dalam talkshow bersama Lactaboost di Jakarta, 1 Agustus 2019.
© Dream
Ada banyak hal yang bisa dilakukan ayah untuk mendukung ibu menyusui. Apa saja?
- Menemani istri dalam memperoleh informasi yang benar seputar menyusui
- Memberi dukungan kepada istri agar tetap semangat menyusui
- Memberikan pijatan di bagian punggung istri, agar merasa rileks dan membantu memperlancar ASI
- Lebih banyak menghabiskan waktu bersama buah hati
- Tidak takut untuk terlibat dan juga belajar dalam proses menyusui
- Memastikan bahwa istri memiliki asupan nutrisi yang cukup pada saat menyusui
© Dream
Selain mendapatkan dukungan dari ayah, mengonsumsi suplemen menyusui juga dianjurkan. Terutama bagi ibu yang produksi ASI-nya sedang menurun. Salah satu suplemen yang dianjurkan yaitu yang mengandung daun katuk.
" Daun katuk juga memiliki segudang manfaat, yaitu vitamin A,B,C,K dan pro vitamin A (betakaroten), kalsium, fosfor, zat besi dan serat, serta antioksidan. Namun manfaat optimal dari daun katuk baru bisa didapat apabila Ibu mengkonsumsi sebanyak minimal 200mg daun katuk sebanyak 3 kali sehari," kata Maharani Anindita, brand Manager Andalan Nutrisi.
Laporan Vika Novianti Umar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya