5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Bandara Internasional Ngurah Rai kembali ditutup pagi ini, 28 November 2017, mulai pukul 07.00 WITA hingga besok, 29 November pukul 07.00 WITA. Penutupan dilakukan karena dampak abu vulkanik Gunung Agung.
Akibat penutupan ini, banyak wisatawan yang terpaksa membatalkan penerbangannya dari dan menuju ke Bali. Kemungkinan besar, akan banyak pula wisatawan yang menyeberang ke Lombok. Lantaran pesona wisata Lombok yang tak kalah menarik serta posisinya yang dekat dari Bali.
Terkait hal ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun meminta pada para pelaku industri pariwisata Lombok untuk siap menyambut wisatawan-wisatawan tersebut.
" Pesan saya, beri kemudahan dan layani mereka dengan istimewa. Mereka adalah calon-calon customers loyal, jika industri berempati dengan mereka, di saat mereka sedang membutuhkan pertolongan," kata Menpar Arief Yahya, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 28 November 2017.
Pun juga sebaliknya, jika mereka justru diperlakukan tidak wajar, mereka akan antipati. Dan, mereka bisa bercerita viral di media sosial yang tidak menguntungkan bisnis pariwisata di Lombok ke depan. " Ini saatnya memberi! Ini saatnya melayani dengan hati," ungkap Menpar Arief.
Caranya, kata Menpar, pertama akomodasi, seperti hotel, resort, homestay, penginapan, usahakan beri diskon lebih dari 50%. Lebih besar, lebih bagus, agar wisatawan merasa tidak " dimanfaatkan" . " Mereka sudah susah, karena schedule pulang mereka tidak lancar karena bencana. Jangan dibikin makin susah," tutur Menpar.
Jika itu dilakukan oleh industri dan kompak, kata Arief Yahya, mereka akan mengenang hospitality industri di Lombok. Mereka akan bersimpati. Mereka berpotensi menjadi customers loyal dengan Lombok. " Kebaikan industri di Lombok akan ada di hati dan pikiran mereka," kata dia.
Kedua, transportasi selama ada di Lombok. Sediakan transport free dari hotel ke bandara. Beri kemudahan, seluas-luasnya agar mereka tidak terbebani lagi. " Siapkan transportasi free menuju bandara, jika memungkinkan perkenalkan destinasi unggulan di Lombok, agar mereka tidak boring, sekaligus promosi destinasi dan event," katanya.
Ketiga, jika orang yang antre banyak, siapkan hiburan apa saja yang membuat mereka asyik. Bisa di hotel, bandara, pelabuhan, maupun tempat berkumpul mereka. " Beri atraksi yang membuat mereka merasa nyaman. Sekaligus promosi budaya Lombok yang bisa mengundang mereka datang lagi," ujarnya.
Sementara itu, Kadispar Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Faozal pun telah mengumpulkan para pelaku industri pariwisata di Lombok. " Saran dan anjuran Pak Menteri Arief Yahya akan kami teruskan ke kawan-kawan industri. Kami akan menawarkan promosi, tour, agar bisa memperkenalkan keunggulan destinasi Lombok," ungkap Kadispar Lalu Faozal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?