Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
(Foto: Shutterstock)
Dream - Di tengah maraknya Islamophobia yang melanda sebagian masyarakat dunia, terdapat kekuatan gerakan pemuda Muslim yang mengguncang dunia. Para anak-anak muda Muslim, dim-diam memberikan pengaruhluar biasa pada perubahan dunia saat ini.
Seorang wanita berhijab mengenakan lipstik berwarna fuchia, berkacamata hitam Jackie O dan hijab warna-warni . Di belakangnya nampak seorang pemuda berjenggot tipis, mendengarkan musik menggenakan headphone dengan satu tangan di sakunya.

Lalu siapakah mereka? Keduanya merupakan bagian dari generasi M, dan buku eponymous yang diberi judul 'Young Muslim Changing the World'. Sebagai potret konstituensi berpengaruh dari agama yang tumbuh paling cepat di dunia ini.
Menurut sang penulis buku, Shelina Janmohammed para anak-anak muda Muslim ini mengaku bangga dengan kepercayaan, antusias, dinamis dan kreatif. Mereka juga melakukan perubahan tanpa bergantung pada kebijakan orang lain.
Genari M adalah milineum Muslim, generasi global yang lahir dalam 30 tahun terakhir. Berbeda dengan pemeluk agama lainnya yang tinggal di Amerika atau Eropa Barat, yang sebagian besar berpaling dari agama terorganisir.
Generasi M memiliki karakteristik yang mengasyikan. Mereka percaya bahwa taat beragama dan menjalani kehidupan modern harus berjalan beriringan. Tidak ada konradiksi antara keduanya.
Dalam buku tersebut Janmohamed menuliskan: " Iman mempengaruhi segalanya, dan mereka ingin dunia mengetahuinya. Inilah yang membedakan mereka dati teman non-Muslim mereka."

Hal itu menjadi faktor tunggal yang membentuk mereka. Membuat cara pandang mereka dengan mantap menetapkan jika dunialah yang harus memenuhi kebutuhan mereka.
" Mereka adalah sekelompok anak muda yang cerdas, berenergi dan percaya diri bahwa identitas mereka mencakup iman dan modernitas," ungkapnya.
Pada tahun 2010, ada 1,6 miliar Muslim di dunia. Angka ini diperirakan tumbuh sebesar 73 persen dalam 4 dekade ke depan. Lebih dari 2 kali lipat dibanding tingkat pertumbuhan secara umum.
Menurut Pew Research Center, akan ada 2,8 miliar Muslim di seluruh dunia, lebih dari seperempat populasi dunia di tahun 2050.
(Sumber: The Guardian)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?