Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Rambut Rontok/ Foto: Shutterstock
Dream - Banyak perempuan merasa panik kalau mengalami rambut rontok, termasuk saat memasuki masa menyusui. Lantas, apa rambut rontok disebabkan karena menyusui?
Faktanya, menyusui bukan penyebab dari kerontokan rambut. Beberapa Ibu memang akan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan, tetapi ini tidak terkait dengan menyusui.
Saat masa kehamilan, hormon estrogen terus meningkat hingga mencapai puncaknya saat melahirkan. Peningkatan kadar hormon ini menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh wanita saat hamil, termasuk perubahan rambut saat kehamilan.
Akibat perubahan hormon tersebut, rambut yang semula melalui fase tumbuh, istirahat, dan rontok secara berulang justru sebagian besarnya tetap dalam fase pertumbuhan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan rambut lebih tebal dan subur saat sedang hamil.
Tapi, setelah melahirkan atau memasuki masa menyusui, kadar hormon estrogen merosot sehingga lebih banyak folikel rambut yang memasuki tahap istirahat dan rontok.
Akibatnya, kerontokan rambut akan terjadi signifikan. Kerontokan ini bisa menjadi sangat drastis hingga merasa panik, terutama bila rambut yang bertumbuh saat hamil lebih banyak dari biasanya.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi rambut rontok saat menyusui:
(Sumber: Diadona)
Dream - Usia kehamilan di trimester ketiga atau terakhir menjadi momen bagi para ibu hamil (Bumi) untuk mempersiapkan diri menyambut hari persalinan. Meski beban semakin berat karena usia kandungan yang semakin menua, para bumi jangan sampai malas beraktivitas.
Orangtua kita pasti sering menasihati putri atau menantu perempuannya untuk aktif bergerak menjelang persalinan. Selain membantu kelancaran proses melahirkan, aktivitas fisik juga membuat tubuh terasa lebih nyaman dan rileks saat tidur malam.
Untuk para bumils yang ingin tahu aktivitas fisik apa saja yang bisa dijalani, berikut beberapa jenis kegiatan yang bisa Sahabat Dream lakukan:
Berjalan Santai
Jalan santai adalah salah satu bentuk aktivitas fisik yang baik dilakukan oleh ibu hamil, tak terkecuali pada trimester terakhir.
Kalau dirasa memungkinkan, Sahabat Dream bisa meningkatkan sedikit kecepatannya dengan jogging santai. Tapi harus dengarkan tubuh dan jangan pernah memaksakan diri ya.
Selain dilakukan di darat, aktivitas fisik untuk ibu hamil trimester tiga juga bisa dilakukan di dalam air. Contohnya berenang atau kegiatan aerobik di dalam air.
Kabar baiknya, aktivitas ini bisa menjadi terapi untuk meredakan rasa tidak nyaman yang mungkin dialami saat hamil, khususnya pada kaki dan punggung.
Air yang merendam tubuh ibu hamil selama berenang diketahui bisa selama membantu menghilangkan tekanan yang melelahkan pada kaki dan punggung.
Namun lakukan renang dengan pengawasan ahli ya, Sahabat Dream, karena tidak semua gerakan cocok dilakukan oleh ibu hamil.
Ada beberapa pilihan aktivitas fisik low impact yang manfaatnya sangat baik dilakukan oleh ibu hamil trimester 3. Ambil contohnya seperti yoga.
Pasalnya yogamelibatkan fungsi otot, sehingga membantu mendukung proses melahirkan nantinya. Secara khususnya, gerakan dari aktivitas fisik tersebut dapat memperkuat otot perut, memperbaiki postur tubuh, yang kemudian melancar proses melahirkan.
Kembali lagi, kegiatan olahraga ini wajib didampingi oleh ahlinya. Karena ibu hamil tidak bisa melakukan semua gerakan yoga.
(Sumber: Diadona)
Dream - Pada awal kehamilan, umumnya wajah akan tampak bersinar dan cerah. Namun semua itu seakan menghilang saat memasuki trimester ke dua.
Sahabat Dream mungkin mengalami pembengkakan di bagian wajah. Namun ternyata pembengkakan termasuk dalam kategori efek samping kehamilan yang sangat normal.

Selama kehamilan, tubuh mengalami peningkatan cairan. Total volume air tubuh pun bisa meningkat hingga 8 liter (atau lebih dari 33 gelas).
Naiknya volume air pada tubuh ini pun yang menyebabkan pembengkakan pada wajah. Dan hal ini akan semakin meningkat saat mendekati persalinan.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah atau meringankannya pembengkakan saat hamil.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa