Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Edelseider/Wikimedia)
Dream - Pada suatu pagi di bulan Januari yang dingin tahun 2005, di Desa Saru di selatan Estonia, petani Rein Kiiv dan anaknya mendapati temuan aneh. Di lantai gudang mereka yang berpasir, mereka menemukan sekumpulan 16 tikus dengan ekor yang saling bersimpul. Tikus-tikus itu berdecit dan berusaha melepaskan diri, tapi semakin sulit mereka menarik simpulnya yang tegang.
Hewan-hewan itu rupanya berusaha menggali diri dari liang yang sempit namun dalam perjuangan beberapa dari mereka terkubur di bawah pasir. Tujuh tikus yang kusut sudah mati. Anak laki-laki Rein memutuskan untuk mennyingkirkan makhluk kecil yang jahat itu, dan mengambil sebatang tongkat untuk membunuh sisa hewan itu.

(Foto: Selbymay/Wikimedia)
Rein Kiiv tidak tahu, tapi yang dia temukan adalah fenomena yang sangat langka yang disebut raja-raja tikus. Mereka telah terlihat sejak lima abad terakhir dengan kira-kira 60 penampakan seperti yang tercatat dalam buku sejarah.
Sejumlah spesimen yang diawetkan juga disimpan di berbagai museum. Raja tikus terbesar yang diketahui, ditemukan pada 1828 di perapian penggiling di Buchheim, terdiri dari 32 tikus, dan dipelihara di museum Mauritianum di Altenburg, Jerman.
Raja tikus Saru sekarang berada di Museum Sejarah Alam (Zoologi) di Universitas Tartu, diawetkan dan dipamerkan ke pengunjung. Karena paparan jangka panjang terhadap udara terbuka, ekor tikus telah mengering dan simpulnya menjadi longgar. Meskipun demikian, bagian ekor yang dikompresi dengan sangat ketat memberi bukti bahwa simpul itu dulu sangat erat.

(Foto: Wikimedia)
Raj tikus memiliki penampakan aneh, tapi penyebabnya bisa dijelaskan. Menurut satu hipotesis, seekor raja tikus diciptakan saat tikus ketakutan dan dengan gugup saling berpegangan dengan ekornya. Atau saat cuaca dingin dan tikus-tikus berkumpul bersama seperti biasanya saat tidur, dan ekor mereka terjalin oleh getah pohon, darah, makanan, kotoran dan lain-lain. Lalu bahan ikatan membeku saat hewan-hewan tersebut tertidur. Begitu binatang terbangun mereka mencoba membebaskan diri mereka dengan bergerak ke arah yang berbeda sehingga ekor mereka terjerat dalam simpul yang lebih ketat.
Profesor Andrei Miljutin dari Universitas Tartu percaya bahwa raja-raja tikus terjadi di daerah yang dipengaruhi 2 faktor, yakni musim dingin dan adanya tikus hitam.
Andrei Miljutin juga percaya bahwa fenomena raja-raja tikus lebih sering terjadi daripada yang diperkirakan. Selama penelitiannya, Miljutin dapat menemukan tiga contoh di Estonia, hanya satu di antaranya dilaporkan secara luas di media dan hanya karena pencari memiliki seorang jurnalis di antara kerabatnya. Banyak penemuan tidak pernah diungkap oleh masyarakat setempat dan tetap diabaikan oleh ilmuwan pada umumnya.
(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya