Ikon Feysen Dunia Terinspirasi Gaya Hijabers Indonesia

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 19 Mei 2014 13:19
Ikon Feysen Dunia Terinspirasi Gaya Hijabers Indonesia
Sudah kondang sebagai desainer hijab tingkat dunia. Unik, modis dan laku di pasaran. Hana Tajima Simpson terpesona dengan hasil besutan para hijabers Indonesia. Kedalaman budaya yang menawan.

Dream - Bagi kalangan hijabers di negara-negara Barat, sosok Hana Tajima Simpson sudah tak begitu asing lagi. Perempuan blasteran Jepang-Inggris itu dikenal karena gaya berhijab yang unik dan kasual.

Hana juga rutin menghias sejumlah media di Inggris dan Brazil. Dia dikenal sebagai seorang desainer yang membuat kejutan lewat produk berlabel Maysaa. Produk busana muslimah besutannya itu langsung menjadi tren dan digandrungi para hijabers.

Produk yang telah dilempar ke pasaran dunia itu berupa hijab bergaya layers (bertumpuk). Melalui label itu, perempuan berusia 23 tahun itu mencoba memperkenalkan gaya berbusana yang trendi, namun tetap sesuai dengan syariat Islam di kalangan muslimah.

Gaya berhijab Hana tercipta secara tidak sengaja. Hana yang saat itu baru memeluk Islam ingin sekali menggenakan hijab, saat memeluk Islam usianya baru menginjak 17 tahun.

Sebagai seorang desainer, semula dia merasa frustrasi melihat gaya berbusana sebagian besar muslimah yang kurang bervariasi alias monoton. Hal itu diungkapkan Hana dalam sebuah wawancara khusus dengan HijabScraft, beberapa waktu lalu.

Hana tak segan bereksplorasi saat mengenakan hijab. Misalnya gaya glamor ala Hollywood, kemudian gaya rock/grunge era 90-an.

Kata Hana, lewat karyanya ia ingin menunjukkan kepada masyarakat Barat bahwa para perempuan muslim bisa tampil di muka orang ramai dengan gaya berbusana modis, mengikuti tren fesyen terkini.

Dia menceritakan bahwa semula dia memanfaatkan jaringan internet dengan membuat laman web pribadi. Saat itu, ia belum memberikan label untuk produk yang didesainnya.

Tanpa disangka, gaya berbusana yang ditampilkan itu menyedot blogger muslimah di Inggris. Dari situ, dia memutuskan mendirikan Maysaa, sebuah rumah desain yang terinspirasi dari fesyen Barat namun tetap disesuaikan dengan kaidah Islam.

Meski Maysaa membidik para wanita muslim, Hana tidak menampik hasil rancangannya juga bisa dikenakan oleh kalangan wanita non-Muslim.

Menariknya, dia mengaku saat merancang sebuah busana banyak terinspirasi dengan gaya hijabers di Indonesia. " Saya mendapatkan begitu banyak inspirasi dari wanita Indonesia yang mengenakan hijab," kata Hana.

" Pada umumnya gaya mereka memiliki kedalaman budaya, itu begitu menawan. Saya sedang mencoba untuk dimasukkan ke dalam gaya saya saat merancang busana terbaru," ujarnya menambahkan.

 

 

 

Beri Komentar