Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Badai Pasir Bikin Langit Semerah Darah Di Selandia Baru (abc.net.au)
Dream - Fenomena alam aneh melanda Selandia Baru pada Selasa lalu. Secara tiba-tiba, langit berubah warna menjadi semerah darah.
Peristiwa itu berlangsung beberapa saat setelah jam makan siang. Warna merah pekat menutupi langit Barelle, kota kecil di daerah Riverina.
Rupanya, penyebab peristiwa tersebut adalah badai pasir parah. Badai tersebut menutupi sebagian besar wilayah Riverina, termasuk Griffith.
Badai ini dianggap cukup aneh. Sebab, sebagian besar kawasan Selandia Baru sedang diguyur hujan ketiba badai pasir itu terjadi.

Dikutip dari ABC, Wakil Perdana Menteri Australia, Michael McCormack, sedang berada di Ariah Park ketika badai itu terjadi. Ariah Park adalah kota kecil berjarak 35 kilometer dari Temora, yang juga diliputi badai pasir tersebut.
McCormack sempat mengabadikan fenomena alam aneh tersebut menggunakan kamera ponselnya. Dia lalu mengunggah video ke media sosial.
Badai memang kerap melanda wilayah Selandia Baru dan Australia. Fenomena badai sebelumnya terjadi pada November tahun lalu dan menyapu daerah Sidney.
Summer dust storm engulfing #AriahPark this afternoon.
â�¦@temorashireâ�© pic.twitter.com/zjn9L10nx7— Michael McCormack (@M_McCormackMP)8 Januari 2019
Bedanya badai kali ini dengan sebelumnya, yaitu kawasan yang dilanda hanyalah kota kecil. Tidak sampai ke kota metropolitan.
Pada pukul 19.00 waktu setempat, Biro Metereologi Selandia Baru mengumumkan peringatan akan adanya badai. Diprediksi badai disertai petir bergerak ke timur menuju Wollongong hingga barat Sidney.
Peringatan tersebut dicabut sebelum pukul 21.00 waktu setempat. Kurang dari dua jam setelah peringatan dikeluarkan.
Bega melaporkan angin bertiup dengan kecepatan 100 Kilometer per jam terjadi bersamaan dengan badai. Sementara itu, curah hujan di kawasan Air Terjun Fitzroy mencapai 33 milimeter per detik dalam kurun waktu 30 menit sebelum pukul 19.00. Tidak ada laporan kerusakan akibat bencana ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya