Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Dream - Beralih dari menggunakan rokok konvensional ke rokok elektrik ternyata tidak banyak memberikan pengaruh bagi kesehatan. Bahkan baru-baru ini diketahui menggunakan rokok elektrik sama berbahaya dengan menghisap rokok konvensional. Benarkah demikian?
Asap pembakaran yang tidak keluar saat menghisap rokok elektrik ternyata mengandung sekitar 60 karsinogen. Sebuah riset yang dimuat jurnal Nicotine and Tobacco Research menunjukkan kandungan formadelhida yang tinggi menghasilkan toksin dengan uap nikotin-laced yang terhirup oleh pengguna.
Dalam jangka panjang, seorang yang menghirup uap nikotin pada rokok konvensional dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung hingga impotensi. Namun tidak demikian dengan perokok elektrik yang diklaim tidak memberikan efek samping yang fatal dalam jangka panjang.
Melihat pada sistem kerja rokok elektronik yang menggunakan sebuah sistem tangki dengan sebuah pipa menyerupai pena atau senter kecil bertenagakan baterai. Pengguna diharuskan untuk mengisi nikotin cair pada tabung untuk kemudian dipanaskan hingga menghasilkan asap.
Untuk mendapatkan nikmat lebih, biasanya pengguna akan menambahkan nikotin cari dalam kadar yang lebih tinggi. Di saat yang bersamaan, baterai akan bekerja ekstra untuk memanaskan nikotin cair dan menghasilkan asap.
Perangkat pemanas ini akan bekerja dengan tegangan normal 3,2 volt, tetapi seiring dengan bertambahkan kadar nikotin baterai akan bekerja hingga tegangan mencapai 4,8 volt. Tingginya tegangan yang dibutuhkan juga mempengaruhi tingkat racun yang meningkat tajam.
Nikotin cari yang dimasukkan ke dalam tabung akan memanas hingga meningkatkan kadar formaldehida hingga mendekati konsentrasi racun pada rokok konvensional. Bahkan komposisi nikotin cari disebut oleh sejumlah peneliti dapat menciptakan sebuah zat kimia baru yang juga dapat mengancam kondisi kesehatan.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

