7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Sumber: Http://radio.uchile.cl/)
Dream - Menyambut peristiwa langka astronomi yang jarang terjadi di dunia, Indonesia resmi meluncurkan `hitung mundur` mulai dari 55 hari menuju Gerhana Matahari Total. Ide ini muncul dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Menurut rencana, Indonesia bakal mengalami fenomena alam paling langa, Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016.
GMT pada awal Maret itu merupakan peristiwa langka karena Indonesia baru akan mengulangi kembali kejadian yang sama setelah 350 tahun.
Hitung mundur ini merupakan upaya sosialisasi tiga aspek penting dari GMT 2016 yang dapat dimanfaatkan, yaitu aspek ilmiah penelitian, edukasi publik dan aspek budaya. Aspek-aspek tersebut akan berdampak pada pariwisata daerah.
Tidak hanya pemerintah, berbagai pihak seperti komunitas dan lembaga turut aktif pula dalam kampanye tersebut.
Mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di daerah dengan mengenalkan astronomi, memberikan edukasi tentang pengamatan gerhana serta mengadakan workshop pembuatan alat-alat sederhana untuk mengamati gerhana.
Seperti diketahui bahwa terjadinya GMT di berbagai kota di Tanah Air menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama para wisatawan, pemburu gerhana, astronom, fotografer bahkan ilmuwan dari berbagai negara. Mereka sudah merencanakan untuk mengunjungi Indonesia jauh hari sebelumnya.
GMT sendiri diprediksi akan terjadi di 10 provinsi Indonesia. Jalur GMT bermula dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara).
Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian, antara lain kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado dan Ambon.
(Sumber: Situs Kemenpar, Indonesia.travel)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?