Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan cenderung membuat ibu jadi lebih berisiko memiliki level kadar gula yang tinggi. Hal ini karena banyaknya hormon yang diproduksi oleh plasenta. Efeknya adalah ibu bisa saja mengalami penyakit Diabetes Mellitus Gestasional (GDM).
Jenis diabetes tersebut dapat muncul pada masa kehamilan, bahkan tanpa adanya riwayat penyakit diabetes sama sekali. Banyak juga para ibu yang tak tahu kalau dirinya mengalami diabetes.
" Kira-kira 1 dari 7 kelahiran dipengaruhi oleh GDM yang seringkali diabaikan. Sekitar 2/3 masyarakat tidak tahu kalau mereka menderita diabetes, dan hanya 1/3 penyandang yang rutin ke dokter," ujar Lily Sriwahyuni Sulistyowati, selaku Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI di Jakarta, 14 November 2017.
GDM memiliki efek yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Meskipun bersifat sementara, GDM dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk terserang diabetes tipe 2 dalam rentang waktu 5 - 10 tahun pasca melahirkan.
Pada diabetes tipe 2, tubuh semakin sulit mengontrol kadar gula darah karena kurangnya produksi insulin. Kemampuan saraf untuk menerima rangsangan juga semakin menurun. Ditambah lagi dengan adanya risiko gangguan penglihatan, pendengaran serta ginjal.
Janin juga berisiko mengalami obesitas. Pada umumnya, bayi yang lahit dari ibu hamil penyandang diabetes memiliki berat awal 4 kg, jauh di atas angka berat badan normal yakni 2,6kg. Bayi yang terlalu besar akan mempersulit proses persalinan dan berisiko tinggi mengalami komplikasi.
Tak sulit untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi saat hamil agar terhindar dari GDM. Pengecekan rutin ke dokter kandungan dan penyakit dalam dapat membantu mendeteksi potensi GDM. Nantinya dokter akan menyarankan untuk pemeriksaan kadar gula darah secara detail. Ibu hamil juga disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi guna menyiapkan pola makan dengan gizi seimbang.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?