Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Facebook Menjadi Platform Medsos Favorit Untuk Berjualan.
Dream - Untuk urusan jualan online, netizen Indonesia patut berbangga diri. Para pelapak asal Indonesia sejajar dengan warganet dari negara tetangga di kawasan Asia dalam urusan berjualan di media sosial (Medson).
Temuan menggembirakan itu diperoleh Paypal yang menemukan fakta para pedagang Indonesia cukup banyak menggunakan jasa jual beli online. Ada 80 persen pedagang di Indonesia yang menjual barang dagangannya di Medsos.
Dilansir dari laman Paypal, Senin 24 September 2018, perusahaan ini bekerja sama dengan Blackbox dan meneliti empat konsumen di tujuh pasar di Asia, yaitu Tiongkok, Hong Kong, India, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia.
Mereka juga mewawancarai 1.400 merchant di pasar-pasar tersebut. Mereka ingin mengetahui pemahaman konsumen dan merchant tentang platform medsos dan pembayaran digital.
Salah satu isi laporan Asia Social Commerce Report adalah jumlah penjual yang berjualan online. Secara keseluruhan, ada 80 persen penjual di Asia yang menggunakan medsos untuk berjualan.
Dari jumlah pedagang yang menggunakan jasa Medson, pelapak Indonesia tercatat memiliki penjualnya paling banyak keempat memanfaatkan medsos untuk jualan. Jumlahnya ada 80 persen.
Porsi pelapak Indonesia yang menggunakan jasa online ini memang angkanya berada di bawah Thailand yang mencapai 92 persen dan Filipina 87 persen. Namun pelapak Indonesia hanya terpaut 1 persen di bawah Tiongkok yang memiliki raksasa e-Comerce Alibaba sebesar 81 persen.
Facebook menjadi platform sosmed favorit yang digunakan oleh berbelanja. Indonesia menjadi negara kedua di Asia yang menggunakan Facebook untuk berjualan.
Sebanyak 92 persen penjual di Indonesia memanfaatkan medsos besutan Mark Zuckerberg untuk mempromosikan jualannya.
Untuk WhatsApp, lagi-lagi Indonesia menjadi negara yang penjualnya terbanyak kedua menggunakan aplikasi ini untuk berdagang, yaitu 76 persen. Posisi Indonesia berada di bawah India yang mencapai 83 persen.
Sementara Instagram, Indonesia jadi jawaranya. Sebanyak 72 persen penjual di Indonesia memanfaatkan platform ini untuk berdagang.
Asia Social Commerce Report juga memasukkan Facebook Messenger sebagai platform yang digunakan untuk berjualan. Tapi, Facebook Messenger kurang diminati oleh penjual di Indonesia.
Hanya 49 persen pedagang di Indonesia yang memanfaatkan aplikasi ini untuk berjualan. Angka ini menjadi Indonesia sebagai negara keenam di Asia yang penjualnya memanfaatkan platform ini untuk berjualan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya