5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Syakirawisata.com)
Dream - Berbagai cara terus dikembangkan untuk menggarap potensi pariwisata halal. Salah satunya Provinsi Banten yang dijadikan proyek percontohan sejumlah obyek wisata halal karena memiliki potensi untuk dikembangkan di dunia pariwisata Indonesia.
" Kami sadar potensi pariwsata halal di Banten sangat besar. Oleh karenanya baik destinasi dan atraksi serta kuliner harus disiapkan secara matang. Kami juga bersyukur di Banten akan dibangun Museum Umroh. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri, semoga bisa cepat direalisasikan dan akan menjadi destinasi wisata yang sangat bagus," ujar Public Relation Ittihadul Muballiqin, Muhammad Yanvi Alex, dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis 12 oktober 2017.
Hal itu disampaikan seusai munas ke-8 DPP Ittihadul Muballighin (Ittihad) sekaligus meperingati hari jadinya ke-40 di Hotel Kyriad Airport Jakarta, pada 7 oktober lalu.
Alex yang juga menjabat ketua Badan Otonom Lembaga Amil Zakat Ittihadul Muballighin (Lazim) mengatakan, pada Munas yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu juga secara resmi meluncurkan Komite Umroh Haji & Industri Halal (KUHI). KUHI ini nantinya akan menjadi bisnis Muballighin secara nasional maupun internasional.
" Sesuai dengan arahan Kemenpar bahwa kita sama-sama bergerak untuk meningkatkan pendapatan maupun kunjungan wisatawan agar mampu mencapai target yang diharapkan. Dengan adanya KUHI ini minimum pengelola haji dan umroh dari Arab Saudi akan kita ajak untuk mengunjungi Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut lagi, Alex mengatakan dengan KUHI nantinya bisa membawa wisman khususnya dari negara Timur Tengah untuk berlibur ke Indonesia. Destinasi halal pun sudah disiapkan untuk dipromosikan. Selain itu KUHI sedang menyiapkan wisata kuliner berupa program Indonesia Halal Food sebagai daya tarik untuk merangsang wisman muslim menyambangi Indonesia.
" Nantinya Lazim akan turut menggairahkan industri pariwisata dengan berbagai terobosan dan program yang sudah disusun dan direncanakan. Salah satunya adalah dengan mendirikan Museum Umroh. Rencananya museum tersebut akan segera didirikan dan berlokasi di wilayah Banten," ucap Alex.
" Dengan adanya museum ini tentu akan menjadi daya tarik pariwisata di dalam negeri, sebab sejauh ini belum ada tempat khusus yang memberi informasi mengenai berbagai hal tentang umroh, mulai dari sejarah umroh di Indonesia maupun hal menarik lainnya yang berkaitan dengan ibadah ke Tanah Suci," tambahnya.
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menyebut, Potensi kunjungan wisata halal ke Banten masih tergolong tinggi dan masih bisa membidik pangsa pasar Timur Tengah yang masih terbuka lebar. Oleh sebab itu sangat tepat jika Museum Umroh siap dibangun di sana.
" Untuk menggaet pangsa pasar tersebut kami telah menyiapkan empat pilar pengembangan wisata halal. Pilar pertama yakni terkait kebijakan dan regulasi. Berbicara kedua hal tersebut tentu sangat berkaitan dengam pemerintah pusat dan daerah," ucap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo.
Pilar kedua yaitu pemasaran. Menurut Esthy, destinasi wisata harus melihat kebutuhan pasar. Adapun pilar ketiga dan keempat terkait dengan pengembangan aneka atraksi dan akses transportasi. " Hal itu bertujuan supaya wisatawan merasa nyaman dan sesuai dengan tujuan wisata halal," ujarnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia telah berhasil naik satu peringkat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, dari posisi ke tiga dari posisi empat. Ke depannya ia meyakini Indonesia bisa melampaui Malaysia dan UEA yang kini di peringkat dua teratas. Panduan industri wisata halal dunia seperti GMTI bisa jadi acuan Indonesia untuk membenahi wisata halal.
" Semua PR wisata halal Indonesia termasuk infrastruktur, kebersihan dan higienitas, harus bisa dikuantifikasi sehingga arah perbaikannya jelas," ujar Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?