Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Phra Nakhon Si Ayuttaya, Kamboja (Foto: Pixabay.com)
Dream - Negara-negara di seluruh dunia secara bertahap akan membuka kembali jalur wisatawan setelah pandemi Covid-19 mereda. Masing-masing negara menerapkan aturan tersendiri untuk memastikan keselamatan para penduduk lokal dan wisatawan dari mancanegara.
Demikian pula dengan Kamboja. Di kalangan backpacker, Kamboja sangat terkenal dengan rumah AngkorWat, yaitu kuil-kuil kuno yang telah menjadi keajaiban dunia versi UNESCO.
Melansir dari Lonely Planet, Kamboja memberlakukan aturan yang mengherankan. Para pengunjung yang akan mendatangi Kamboja harus membayar deposit sebesar US$3.000, setara Rp42 juta dengan uang tunai atau kartu kredit untuk membiayai keperluan layanan Covid-19 di bandara saat kedatangan. Selain itu juga harus membayar US$50 ribu, setara Rp712 juta untuk asuransi perjalanan.

Ketika wisatawan tiba di bandara kedatangan, mereka diwajibkan membayar biaya sebesar US$5, setara Rp72 ribu untuk transportasi ke pusat tes Covid-19. Kemudian menginap terlebih dahulu satu malam di hotel untuk menunggu hasil tes kesehatan dengan membayar US$30, setara Rp427 ribu.
Jika semua pembiayaan itu sudah selesai, sisanya akan dikembalikan ke para wisatawan. Asalkan mereka memiliki hasil tes negatif.
Meski demikian, mereka harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari setelah kedatangan di tempat tujuan yang dipilih.
|Jka wisatawan yang berkunjung ke Kamboja tersebut dinyatakan positif Covid-19, mereka harus membayar US$3.150, setara Rp45 juta untuk biaya perawatan di Rumah Sakit di Phnom Penh. Selain itu juga akan diminta untuk melakukan 4 tes lagi dengan membayar US$100, setara Rp1,5 juta
Jika kemungkinan terburuk terjadi, dalam hal ini wisatawan meninggal dunia karena Covid-19, maka pihak keluarga perlu membayar biaya layanan kremasi sebesar US$ 1.500, setara Rp21 juta.

Apabila ditemukan penumpang positif Covid-19 saat tes di penerbangan, maka semua orang yang berada di dalam kabin pesawat harus menjalani masa karantina dua minggu dengan biaya akomodasi mandiri sebesar US$1.176, setara Rp17 juta. Juga harus melakukan tes lanjutan dengan membayar US$100, setara Rp1,4 juta.
Perlu diketahui, hingga saat ini, Kamboja telah mencatat hanya 128 kasus positif Covid-19 dengan nihilnya jumlah kematian.
Maka dari itu, pemerintah Kamboja bekerja keras untuk memberlakukan pengujian ketat bagi para wisatawan yang memasuki negara Kamboja. Hal ini penting mereka lakukan, untuk menjaga Kamboja dari serangan virus mematikan dari para wisatawan luar negeri.
(Beq)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya