Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Bagi pasangan yang sudah siap memiliki momongan, merencanakan kehamilan adalah langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menyambut kehadiran buah hati tercinta ke dunia. Mulai dari berkonsultasi ke dokter hingga menyiapkan kondisi fisik calon ibu sudah mulai harus dilakukan ketika ingin memulai perencanaan kehamilan.
Selain itu, penting juga bagi setiap pasangan menambah pengetahuan tentang perencanaan kehamilan secara lebih mendalam. Salah satunya adalah faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kesuburan perempuan. Coba kenali beberapa faktor berikut ini yuk, Sahabat Dream!

Usia merupakan faktor terpenting yang menentukan kesuburan. Seiring bertambahnya usia, kualitas dan kuantitas sel telur akan menurun. Tanpa harus menunggu menopause atau penurunan hormon reproduksi di usia 40-50an, kesuburan bisa mulai menurun tajam sekitar usia 35. Hal ini membuat kehamilan lebih sulit terjadi dan meningkatkan risiko keguguran.

Selain usia, gaya hidup sehari-hari juga memberikan dampak pada kesuburan perempuan. Faktor gaya hidup lainnya seperti stres, kurang tidur, dan pola makan yang mengandung kafein dianggap dapat memengaruhi perubahan hormon dan dapat menurunkan kesuburan.
Kabar baiknya, efek yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat ini biasanya hanya bersifat sementara dan bisa diperbaiki seperti dengan mengatur pola makan yang lebih sehat, dan cukup tidur. Jangan lupa olahraga secara rutin demi mempersiapkan fisik agar lebih prima menjalani masa-masa kehamilan.

Berat badan yang berlebih atau kurang bukan hanya memengaruhi penampilan, tapi juga kesehatan salah satunya kesuburan. Biasanya berat badan yang tidak ideal memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 atau kurang dari 18,5, yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan berujung gangguan kesuburan. Seperti gaya hidup, faktor ini pun bisa dibantu dengan berkonsultasi pada dokter untuk memiliki pola makan dan aktivitas fisik yang tepat untuk menaikkan atau menurunkan berat badan.

Kalenjar tiroid yang berada di leher bagian bawah, fungsinya memproduksi hormon yang penting bagi tumbuh kembang. Gangguan tiroid terjadi saat kalenjar kurang aktif (hipotiroid) atau sebaliknya terlalu aktif (hipertiroid), yang sering dikaitkan dengan siklus haid yang tidak teratur dan masalah ovulasi. Jika mengalaminya, dokter dapat memberikan obat, terapi, hingga operasi.
Sudah lama merencanakan kehamilan, tapi tanda kehamilan masih belum hadir juga? Bisa jadi penghitungan masa subur yang kurang tepat adalah penyebabnya. Berhubungan intim di saat masa subur bisa memperbesar peluang terjadinya kehamilan. Jadi, penting untuk menghitung masa subur perempuan dengan tepat agar perencanaan kehamilan bisa berjalan sesuai dengan impian.
Masa subur perempuan biasanya terjadi sekitar 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya. Jadi, rata-rata perempuan mengalami masa subur di hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstuasi terakhir. Supaya penghitungan masa subur lebih akurat, Sahabat Dream bisa memanfaatkan Andalan Ovulation Test Kit untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Dibanderol dengan harga terjangkau, kamu bisa dengan mudah mengukur kadar LH (Lutenizing Hormone) untuk memprediksi masa subur hingga 99,9%.

Cukup gunakan urin antara jam 10 pagi hingga 8 malam, jika perlu lakukan puasa 2 jam sebelum melakukan test untuk hasil yang lebih akurat. Hanya perlu 1 kali test dengan hasil yang mudah dibaca. Jika menunjukkan 2 garis jelas merupakan hasil positif yang akan mengalami ovulasi dalam 24-48 jam ke depan.
Sedangkan hasil negatif atau belum akan ovulasi, akan ditunjukkan dengan 1 garis atau 2 garis samar. Disarankan untuk mengulangi selama 5 hari ke depan di jam yang sama, hingga mendapatkan hasil positif.

Saat tanda-tanda kehamilan sudah mulai terlihat, gunakan Andalan Pregnancy Test Kit untuk mendeteksi kehamilan dengan akurat juga, ya! Tersedia dalam varian Pregnancy Test Midstream dan Pregnancy Test Strip, keduanya mendeteksi hormone hCG (human chorionic gonadotropin) yang diproduksi di awal kehamilan. Caranya, cukup pakai urin pertama di pagi hari saat bangun tidur untuk mendapatkan hasil 99,9% akurat, tepat, dan terpercaya.
Siap rencanakan kehamilan dengan mudah dan tepat bersama Andalan! Info lebih lengkap klik di sini. Beli langsung Andalan Ovulation Test Kit dan Andalan Pregnancy Test Kit di Official Online Store yang tersedia di Shopee.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya