Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagai manusia normal yang memiliki perasaan, emosi dan logika, tentunya anak tak selamanya menuruti Anda. Ada kalanya anak membantah, melawan, bahkan sangat marah pada orangtuanya.
Konflik anak dan orangtua sebenarnya proses pembelajaran, baik bagi anak maupun orangtua. Anak tentunya makin lama makin pintar dan mengerti kondisi yang dialaminya. Sementara
perlakuan orangtua kadang menganggap anak belum cukup dewasa.
Kemarahan pun bisa meledak. Buah hati bisa sangat marah pada Anda dan pasangan, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Saatnya introspeksi pola asuh, kebiasaan atau mungkin komunikasi yang perlu diperbaiki. Jangan selalu menyalahkan anak.
Selalu memerintah
Anda termasuk orangtua yang keras, memerintah dan tak bisa diajak diskusi? Hal ini bisa membuat kemarahan anak terpancing. Pada waktu-waktu tertentu, coba dengarkan pendapat anak dan pertimbangkan sudut pandangnya. Kadang kita tak mengerti maksud anak jika ia tak menjelaskannya secara detail dan berdiskusi. Jadi, jangan langsung jadi orangtua yang 'keras' dan tak terbantahkan.
Tak konsisten
Untuk yang satu ini perlu kekompakan antara ayah dan ibu, pastika keduanya punya prinsip dan aturan yang sama serta konsisten. Anak sering merasa bingung karena perintah dan aturan yang tidak konsisten. Bingung haru melakukan apa, serba salah, lalu malah disalahkan, efeknya adalah kemarahan. Hati-hati, jangan sampai tidak konsisten pada anak, apalagi menyalahkannya.
Tak menepati janji
Anak-anak sangat ingat akan janji yang diucapkan orangtuanya. Jika Anda berjanji untuk datang ke sekolah menjemputnya atau membelikannya mainan, pastikan tepati janji tersebut. Jika memang ragu bisa menepatinya jangan berjanji karena anak akan 'patah hati' dan sangat marah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya