Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit hepatitis B termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Salah satu penularannya adalah melalui ibu kepada bayinya saat masih berada dalam kandungan. Hepatitis B disebabkan virus yang menyerang dan menyebabkan kerusakan hati kronis.
Bila tak segera bisa berujung pada kanker hati. Untuk itu pada ibu yang terdeteksi mengalami hepatitis B saat hamil, maka dokter akan memberi penanganan yang lebih intensif.
" Di dalam kandungan, jika ibu kena hepatitis B, maka bayi tidak diapa-apain (tidak diintervensi). Bayi baru diintervensi setelah lahir," kata Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan spesialis penyakit dalam gastroenterologi RS Cipto Mangunkusumo, saat ditemui di Plaza Kuningan, Jakarta.
Setelah lahir, bayi dari ibu yang positif hepatitis B akan divaksin. Vaksin juga harus segera dilakukan setelah lahir dan tidak boleh menunggu lama, apalagi hingga berhari-hari.
" Ada beberapa ibu, yang memang keberatan kalau anaknya divaksin setelah lahir. Maunya ya seminggu kemudian, tapi kalau begitu virus hepatitis B sudah telanjur masuk ke hati bayi," ungkap Irsan.
Ia juga mengungkap ada beberapa intervensi yang diberikan pada ibu hamil yang positif hepatitis B. " Walau ibu sudah divaksin dan dikasih immunoglobulin (antibodi), bayi bisa terkena hepatitis B juga (5 persen). Intervensi pada ibu, yaitu ibunya minum obat selama tiga bulan jelang melahirkan," ungkapnya.
Intervensi yang dilakukan pada ibu hamil tersebut merupakan kebijakan baru dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia untuk menangani kasus hepatitis pada ibu hamil, tapi belum menjadi kebijakan pemerintah.
" Kita mengharapkan, kalau vaksin dan immunoglobulin sudah bagus, maka ke depannya, ini (pemberian obat pada ibu hamil selama tiga bulan jelang melahirkan) yang harus dikerjakan," ungkap Irsan.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012