Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Kepercayaan diri memang kadang berada di level tinggi, tapi ada kalanya sangat rendah. Hal ini sangat bergantung pada kondisi yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki, ketika menghadapi sebuah situasi.
Pada orang dewasa, mungkin bisa mencari cara untuk menutupi atau menyiasatinya dengan hal lain. Tapi bagi anak-anak, terutama di usia 9 hingga 15 tahun, level percaya diri yang tinggi sangat mereka butuhkan agar berkembang jadi pribadi yang matang dan memampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya.
" Jika Anda mendapati anak-anak dengan level percaya diri yang rendah bisa jadi karena ia terbiasa dalam lingkungan yang merendahkannya atau tak biasa diberi pujian dan motivasi. Coba perhatikan kebiasaan anak, jangan sampai membiarkannya jadi pribadi yang selalu merendahkan diri sendiri," kata Sanita Alli, seorang psikolog anak, dikutip dari Pop Sugar.
Tugas orangtua mengidentifikasi saat anak merasa sangat tidak percaya diri. Menurut Alli, ada kecenderungan yang dilakukan anak ketika level kepercayaan dirinya sangat rendah. Apa saja?
Tak bisa menerima pujian
Anak yang memiliki level kepercayaan diri rendah akan sulit menerima pujian. Misalnya, kita mengatakan 'wah, kakak pinter, PR-nya cepat selesai', lalu dia hanya merespons dengan menundukkan kepala, memutar matanya atau malah berkata 'tidak kok, di sekolah ada yang lebih pinter'. Cobalah lebih banyak berikan pujian untuknya, untuk hal-hal kecil. Pelukan hangat sebelum sekolah, dan ciuman di dahi sebelum tidur akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.
Malas menghadapi hal baru atau tantangan
Apakah anak Anda tak suka saat mencoba permainan baru? Atau sangat 'alergi' terhadap hal baru? Ini juga bisa jadi tanda kalau ia tak percaya kemampuan dirinya mencoba tantangan dan hal baru. Coba ajak ke tempat seru dengan kegiatan baru, misalnya camping keluarga, dengan banyak anak-anak yang juga baru pertama kali mencoba. Langsung 'menerjunkannya' bisa jadi cara agar ia lebih percaya diri.
Bereaksi negatif akan kemampuan dan penampilannya
Ini juga jadi tanda jelas, jika anak selalu membuat komentar negatif tentang dirinya. Misalnya, 'rambut aku jelek, tidak panjang', 'badanku gendut yah, jadi gak bagus pakai baju itu', 'rankingku tak pernah bagus, ah sudah lah'. Mungkin ini saatnya mencari kesukaan anak akan hal yang membuatnya berpikiran positif. Fokuslah untuk membuatnya jadi pribadi yang lebih positif, hindari menggunakan kata-kata merendahkan dirinya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari