8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Penandatanganan Prasasti Oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Pesonaindonesia.travel)
Dream - Lewat Festival Pesona Palu Nomoni 2016 yang diselenggarakan pada 24-26 September, Palu diperkenalkan sebagai kota dengan julukan " Mutiara di Khatulistiwa" . Penobatan ini dikukuhkan lewat penandatanganan prasasti oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.
Prasasti terdiri dari bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan bahasa Kaili. Isi prasasti mengartikulasikan kata-kata sebagai berikut: " Palu Nomoni, Kita Tunjukan kepada Dunia, Kita Tunjukan kepada Indonesia, Palu Pantas Disebut Mutiara di Katulistiwa" .
" Awalnya, julukan Mutiara di Khatulistiwa itu datang dari Bung Karno, ia mengatakannya setelah berkunjung ke Palu pertama kali. Kita buktikan kepada dunia bahwa Palu pantas menjadi kota yang berkilau seperti mutiara," kata Hidayat, pada pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni di Palu, Sabtu 24 September 2016.
Prasasti dipahat di atas batu dengan berat sekira 2 ton, panjang 1,5 meter dan tinggi 1,30 cm. Prasasti ini diletakkan di tengah Anjungan Nusantara, Pantai Talise Palu, di kota yang terletak tepat pada garis khatulistiwa.
Festival Pesona Palu Nomoni sendiri berlangsung meriah dengan suguhan berbagai atraksi di sepanjang area 7,2 kilometer. Sesuai dengan judul festival yang mengangkat harmoni musik dari Palu, festival ini diisi oleh banyak pertunjukan musik, seperti pertunjukan kolosal 520 lalove (seruling adat), 1.040 penabuh gimba (gendang) ritual adat budaya Suku Kaili, dan ajang marathon internasional.
Selain itu, ada beberapa ritual yang diadakan seperti Ritual Pompoura (Tala Bala'a) dari Kelurahan Balaroa, Ritual Adat Enje Da'a dari kelurahan Donggala Kodi, Ritual Tampilangi Ulujadi dari Kelurahan Kabonena, Pompoura Vunja dari Kelurahan Petobo, Ritual Manuru Viata Kelurahan Tipo, Ritual Adat Jinja Kelurahan Lasoani, Balia Topoledo dari Kelurahan Taipa dan Vunja Ntana dari Kelurahan Tanamodindi. Semua rangkaian acara tersebut diadakan guna menggaet 500 ribu wisatawan nusantara (wisnus) dan 25 ribu wisatawan mancanegara (wisman).
Festival Pesona Palu Nomoni sebelumnya bernama " Festival Teluk Palu" . Sekarang dibubuhkan kata " Nomoni" yang artinya " berbunyi" , agar setiap orang selalu mengingat bahwa gema dari sedikit Palu maka akan menimbulkan bunyi yang harmonis.
Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mengapresiasi Kota Palu dan semangatnya dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pariwisata. Katanya, sepanjang ia hadir di berbagai festival di Indonesia, Festival Pesona Palu Nomoni adalah salah satu kota yang paling lengkap dan terbaik dalam penyelenggaraan festival.
" Festival Pesona Palu Nomoni paling lengkap, ada culture, nature dan manmade juga. Manmade-nya berupa sport tourism yaitu Palu Nomoni International Marathon," kata Arief Yahya.
(Sumber: Pesonaindonesia.travel)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian