7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia, telah mengubah sistem kehidupan. Termasuk dalam dunia penerbangan.
Dengan dibukanya kembali beberapa rute penerbangan, banyak aturan baru yang mulai diterapkan. Guna mencegah penyebaran virus tersebut.
Salah satu yang menjadi fokus maskapai penerbangan adalah adanya majalah cetak di dalam kabin pesawat. Majalah tersebut dianggap sangat rentan menjadi media penyebaran karena tingginya tingkat sentuhan.
Namun di sisi lain, dengan adanya majalah cetak juga sebagai upaya untuk mengiklankan produk-produk dari masing-masing maskapai penerbangan. Karena majalah cenderung dilihat oleh para penumpang.
Tetapi setelah adanya wabah Covid-19, majalah cetak kini mulai dirampingkan. Caranya dengan menarik majalah tersebut dari saku kursi belakang kabin dan menggunakan metode lain sebagai pengganti majalah cetak.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Alasan ditariknya majalah-majalah dari kabin pesawat adalah untuk menghindari sentuhan yang dapat menjadi penyebab infeksi virus Covid-19. Meskipun kabin pesawat selalu dibersihkan dengan disinfektan, namun kekhawatiran masih tetap ada.
Terutama karena dipercaya bahwa virus Covid-19 dapat menempel di permukaan benda dalam waktu yang lama.
Majalah menjadi salah satu benda yang rentan terkena sentuhan. Terutama bagi para pelancong yang seringkali membaca majalan guna menemukan destinasi wisata mereka.
Untuk itu, penarikan majalan dalam hingga jangka waktu yang belum ditentukan merupakan salah satu keputusan yang dianggap tepat. Terutama bagi maskapai penerbangan.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Ketika maskapai penerbangan tidak lagi menggunakan majalah cetak untuk menjual produk mereka, maka langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan menawarkan unduhan secara digital. Hal ini agar maskapai penerbangan tetap dapat membujuk para pelancong namun juga sebisa mungkin tetap menjaga para penumpang. Karena berkurangnya sentuhan langsung pada permukaan yang rentan terkena infeksi virus.
Untuk itu diperlukan adanya komunikasi antara pihak maskapai dengan para penumpang pesawat. Selain dalam rangka pembersihan kabin, faktor-faktor lain terkait masa depan majalah cetak di pesawat juga mempengaruhi keputusan ini.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, ditambah dengan kebutuhan untuk mengurangi anggaran operasional dalam industri pasca covid-19, maskapai penerbangan dapat mempertimbangkan mengenai biaya.
Penelitian oleh Boeing menemukan bahwa armada pesawat berbadan lebar yang mengoperasikan 1.000 penerbangan sehari, dapat menghemat bahan bakar tahunan jika dapat menghilangkan bobot yang disebabkan oleh majalah cetak dan surat kabar.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?