Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Meski kamu lebih banyak beraktivitas di rumah selama pandemik Covid-19 tak lantas membuat kulit terlihat baik-baik saja. Terkadang penyebab masalah kulut yang tak disadari jadi bermunculan. Seperti timbulnya jerawat, berminyak atau bahkan semakin terlihat kusam.
Tentu kondisi ini sangat tak diharapkan. Kita selama ini menganggap rumah adalah tempat perlindungan paling aman namun akibatnya terlupa untuk lebih sering membersihkan diri.
Meskipun masalah kulit tak dihadapi semua orang, kita tetap harus waspada. Berikut adalah beberapa faktor yang harus kamu perhatikan, agar terhindar dari berbagai masalah kulit.

Jarang mengganti sprei dan sarung bantal, akan menyebabkan masalah pada kulit. Karena kotoran dan minyak pada seprei dan bantal akan berpindah ke kulit.
Sehingga semakin sering berada di kasur, maka harus semakin sering pula mencuci seprei dan bantal yang digunakan.
Menurut ahli mikrobilogi, Philip Tierno yang berasal dari New York, mengatakan bahwa sebaiknya mencuci seprei dan sarung bantal dilakukan seminggu sekali. Karena seprei menyimpan banyak bakteri serta kuman yang berasa dari keringat yang diproduksi saat tidur.

Selama menjalani masa karantina, tak jarang kebiasaan tidur pun ikut berubah. Begadang pun menjadi kebiasaan baru yang tak terelakkan.
Kurang tidur dapat memicu timbulnya jerawat. Selain itu, begadang juga menyebabkan efek buruk bagi kesehatan. Diantaranya diabetes, risiko penyakit jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Menurut Joshua Zeichner, ahli dermatologi asal New York, gangguan siklus tidur bisa meningkatkan kortisol dan menyebabkan peradangan pada kulit. Kelebihan produksi kortisol membuat kelenjar sebaceous menghasilkan minyak lebih banyak.

Mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak juga dapat berbahaya bagi tubuh. lemak jahat yang bertumpuk dalam darah menyebabkan berbagai komplikasi penyakit seperti stroke dan jantung.
Makanan tinggi lemak biasanya menjadi pilihan saat bosan. Terutama saat menjalani karantina dirumah.
Partikel minyak dalam makanan dapat menyumbat pori-pori. Sedangkan mengkonsumsi banyak makanan manis dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak insulin. Sehingga menyebabkan produksi minyak diwajah.

Selama dirumah membuat kita jarang terkena sinar matahari. Padahal kandungan vitamin D yang didapatkan dari sinar matahari, sangat baik untuk kesehatan kulit. Kekurangan asupan vitamin D ini menyebabkan kulit wajah sering berjerawat.
Jika kamu tidak terbiasa mengkonsumsi suplemen vitamin D, kamu dapat menggantinya dengan berjemur diluar rumah. Tak perlu jauh. Cukup disekitar halaman rumah. Dan lakukan saat matahari belum bersinar terik.

Semakin lama berdiam dirumah, justru menimbulkan stres yang berlebih. Tekanan-tekanan yang harus dihadapi, tak jarang justru membuat tubuh tak bisa mengontrol stres dengan baik.
Akibatnya akan berdampak buruk pada kulit. Saat stres kulit akan memproduksi minyak lebih banyak. Hal inilah yang menjadi pemicu munculnya jerawat.
Nah, agar waktu dirumahmu semakin bermanfaat, kamu bisa melakukan aktifitas yang menyehatkan. Selain membantu meningkatkan daya imun, tentunya juga dapat membuat kulitmu menjadi lebih sehat.
(Diambil dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya