Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bulan Muharram kerap dijadikan momentum bagi setiap muslim dan muslimah untuk membagi kasih sayang kepada anak yatim piatu. Sebagai orangtua, kita juga penting mengajarkan buah hati untuk melihat sekitarnya, terutama anak seusianya yang kurang beruntung dan kehilangan orangtua.
Tepat 10 Muharram merupakan Idul Yatama atau sering disebut Lebaran Anak Yatim. Setiap umat muslim dianjurkan untuk berbagi dengan anak yatim. Bukan hanya harta, tapi juga kasih sayang.
Dikutip dari DalamIslam.com, anak yatim merupakan anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum memasuki usia baligh. Batas usia anak yatim yang berhak menerima santunan adalah hingga akil Baligh.
Lalu bagaimana cara menyantuninya? Sahabat Dream bisa melakukan tiga hal ini
1. Mengusap Kepalanya

Artinya: “ Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” [HR. Ahmad dengan perawi shahih].
Mengusap kepala anak yatim dan memberi makan orang miskin mempunyai pengaruh yang sangat baik pada diri seseorang, yaitu dapat melembutkan hati yang keras. Dalam praktiknya, kedua hal tersebut harus dilakukan dengan penuh ketulusan bukan dibuat-buat. Mengusap kepala anak yatim adalah simbol atau cara menunjukkan empati dan kasih sayang, bukan ritual yang harus dilakukan.
© Dream
Anak yatim kehilangan ayahnya yang merupakan tulang punggung keluarga, secara tidak langsung perekonomiannya pun ikut terhalang. Oleh karena itu sebagai orang yang mampu, kita dapat menyantuni anak yatim dengan apa yang kita punya.
Seperti memberikannya pakaian, makanan, atau sebagian harta kita yang lainnya. Bisa juga memberikan waktu atau pendampingan, banyak hal yang bisa dibagi asalkan mau.
© Dream
Pendidikan adalah salah satu cara mengangkat derajat seseorang. Membantu pendidikan seorang anak yatim akan sangat berdampak pada masa depannya. Jika terasa berat untuk menyekolahkan, masih banyak yang bisa dilakukan.
Misalnya, membelikan keperluan sekolah seperti tas, sepatu alat tulis atau mungkin buku sekolah. Berkontribusi pada pendidikan seorang anak yaim, insyaallah membawa keberkahan dan pahala yang tak berkesudahan asalkan dilakukan dengan niat tulus.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan