JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Kapanlagi
Dream - Sandy `Pas Band` menyaksikan langsung kebrutalan teroris saat menyerang brutal dan melakukan aksi bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta.
Sandy baru kelar siaran pukul 10.00 WIB di gedung itu. Usai siaran, pemilik nama Agus Teguh Prakosa itu bercukur di kawasan itu. Sekitar pukul 10.40 WIB, tiba-tiba... bummm!
" Saya dengar suara kencang seperti gondola jatuh. Saya pikir memang itu, biarinlah. Kebetulan belum selesai cukur,” ujar Sandy saat berbincang dengan Dream.
Sandy pun semakin penasan setelah mendengar kembali suara yang begitu keras. Tak lama, orang-orang berhamburan ke luar gedung Sarinah.
Posisi Sandy, berada di belakang gedung. Kepanikan sangat terasa. Orang berlarian, ada yang sambil menangis. Sandy pun berbicara dengan keamanan.
" Mereka bilang ada bom bunuh diri. Tiga korban meninggal. Dan tembak-tambakan," ujar Sandy.
Pria kelahiran Bandung, 7 Juli 1970 ini pun melihat dengan jelas baku tembak antara pelaku dan polisi.
" Ini gawat banget, ada orang dari Starbucks keluar karena kacanya pada pecah. Orang itu nggak sadar kalau tangannya sobek. Saya tidak berani melihat karena sudah serius banget,” paparnya.
Akhirnya Sandy memutuskan untuk segera meninggalkan lokasi pada saat itu.
" Paling kenceng di Pos polisi ledakannya. Kejadian ini nggak berani melihatnya, mendingan menghindar dan keluar dari lokasi. Banyak yang panik, saya langsung pulang ke rumah,” tuturnya.
Kini Sandy semakin berhati-hati dan waspada meski lokasi sudah kembali tenang dan aman. “ Bagaimanapun caranya sebisa mungkin menghindari tempat-tempat keramaian yang dianggap pihak teroris itu musuh. Alhamdulillah Allah masih melindungi," tegasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
