4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Stasiun Kereta Hijaz Di Madinah, Arab Saudi (arabstoday.net)
Dream - Sebentar lagi, kebanggaan Arab Saudi akan bertambah. Ini ditandai dengan beroperasinya kereta cepat Haramain pada 11 Oktober 2018.
Kereta ini bakal menjadi moda transportasi pilihan, terutama untuk para jemaah haji dan umroh. Kereta itu menghubungkan dua kota suci umat Islam, Mekah dan Madinah. Dan memangkas waktu perjalanan cukup signifikan.
Jika dari Madinah ke Mekah butuh waktu sekitar 4 jam dengan bus atau kendaraan pribadi, menggunakan kereta ini hanya butuh waktu kurang dari 2,5 jam.
Beroperasinya kereta cepat ini mengingatkan pada semangat persatuan umat Islam yang terwujud dalam bentuk jalur kereta Hijaz. Ya, jalur kereta ini menjadi tonggak sejarah bagi dunia Islam.
© Dream
Dibangun pada 1900 Masehi atas perintah Khalifah Turki Usmani, Sultan Abdul Hamid II, jalur kereta ini menjadi penghubung tercepat antara Damaskus dengan Madinah. Tujuan pembangunan ini tidak lain yaitu agar memudahkan umat Islam melaksanakan ibadah haji.
Sebelum ada jalur ini, umat Islam harus menempuh perjalanan selama 40 hari dari Mekah ke Madinah dengan berjalan kaki. Tidak sedikit dari umat Islam yang meninggal dalam perjalanan baik akibat kehabisan bekal maupun diserang perompak.

Jalur kereta Hijaz di kawasan Damaskus (britishmuseum.org)
Dengan kereta, mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hari. Jauh lebih cepat dan lebih aman.
Tidak hanya itu, ada niat luhur dari Sultan Hamid II yaitu ingin menyatukan umat Islam sedunia. Dalam pandangannya, persatuan tidak hanya bisa dilakukan lewat ritual ibadah, melainkan juga infrastruktur.
© Dream
Tetapi, ada yang lebih hebat dari pembangunan jalur kereta ini yaitu terkait pendanaan. Sultan Hamid II tidak menggunakan dana investasi asing, namun murni dari wakaf umat Islam sedunia, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Jadilah jalur kereta ini sebagai salah satu aset umat Islam seluruh dunia. Meski melintasi sejumlah negara mulai Suriah, Yordania, hingga Arab Saudi, tidak ada satu negarapun yang berhak menguasai jalur kereta ini.

Salah satu sudut di Stasiun Kereta Hijaz di Madinah (britishmuseum.org)
Sayangnya, jalur kereta ini tidak lagi beroperasi sejak kekalahan Dinasti Turki Usmani pada Perang Dunia I. Sebagian jalur dikuasai oleh Inggris dan Perancis, bahkan ada jalur yang sampai dirusak oleh para pemberontak Arab.
Meski demikian, jejak kejayaan jalur kereta ini masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa di antaranya yaitu Stasiun Kereta Hijaz di Madinah yang menyimpan dua lokomotif pertama Arab Saudi.
Sumber: britishmuseum.org
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
