6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Hamil dan bertambahnya berat badan merupakan 'paket' yang tak bisa dihindari. Bukan hanya perut saja membuncit, lengan pun bertambah besar, begitu juga pipi. Belum lagi kaki dan wajah yang membengkak.
Saat bercermin, seringkali muncul rasa tak percaya diri. Jangan selalu menganggap buruk bobot tubuh yang naik drastis saat hamil. Justru hal tersebut jadi pertanda kalau janin mengalami perkembangan yang baik.
" Ibu yang berat badannya naik tak siginifikan atau cenderung turun saat hamil justru bisa meningkatan risiko kelahiran prematur," ujar Kathleen M. Rasmussen, Sc.D., R.D., profesor ilmu nutrisi dari Cornell University, Amerika Serikat dikutip dari Parents.
Bobot tubuh ibu yang rendah juga bisa menyebabkan masalah kesehatan pada bayi, seperti kesulitan bernapas, masalah jantung serta adanya kelainan yang berdampak pada kualitas hidup si anak kelak. Untuk itu penting selalu memantau berat badan ibu selama kehamilan.
Meningkatnya berat badan saat hamil juga disebabkan hormon kehamilan. Hormon tersebut membuat ibu lebih berhasrat makan dan tubuh pun lebih banyak menyimpan 'cadangan'.
" Seluruh lemak dan kalori disimpan oleh tubuh, kemudian didistribusikan sebagai nutrisi untuk janin dalam kandungan," kata Kathleen.
Jangan terlalu panik soal berat badan. Pasalnya setelah bayi keluar, berat akan turun langsung sekitar 5 kg. Bayi, ketuban dan darah keluar, yang pastinya akan langsung berdampak pada bobot tubuh ibu.
Menyusui juga sangat efektif membakar kalori. Beberapa minggu kemudian hormon kehamilan akan menghilang dan tubuh pun 'membuang' ekstra cairan dan simpanan lemak. Kunci bobot tubuh kembali normal setelah melahirkan adalah adalah mengonsumsi makanan kaya gizi dan bukan kaya lemak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
